Menyalakan Kembali ‘Suluh Ramadhan’ di Hati Masyarakat Madura

Terbit: 3 Februari 2026 | 22:23 WIB

Oleh: Ferry Arbania (Pimpinan Redaksi Madura Expose)

MADURA, MADURA EXPOSE – Seiring dengan hilal yang sebentar lagi akan menyapa di ufuk timur, aroma suci bulan Ramadhan mulai terasa merasuk ke sela-sela kehidupan masyarakat di Bumi Garam. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang kian bising dan penuh ketidakpastian, kita semua membutuhkan satu hal: Cahaya.

Tahun ini, MaduraExpose.com dengan bangga menyalakan kembali rubrik istimewa kami: “Suluh Ramadhan”.

Secara harfiah, Suluh adalah obor—penerang yang dibawa untuk menembus kegelapan malam. Namun secara spiritual, Suluh adalah ilmu, hikmah, dan petunjuk. Di bulan yang penuh ampunan ini, kami hadir untuk menjadi pelita kecil bagi pembaca setia, menuntun kita semua menuju ibadah yang lebih berkualitas dan bermakna.

Mengapa Suluh Ramadhan Kembali Hadir?

Kami percaya bahwa berpuasa bukan sekadar menahan haus dan lapar di bawah terik matahari Madura yang menyengat. Berpuasa adalah tentang menjernihkan hati yang mulai keruh dan menerangi pikiran yang mulai redup. Melalui rubrik ini, kami akan menyuguhkan:

  • Pelita Ilmu: Tanya jawab fiqih puasa harian yang lugas bersama para asatidz dan ulama lokal.

  • Hikmah Pagi: Siraman rohani yang menyejukkan jiwa sebelum memulai aktivitas.

  • Jejak Santri: Cerita-cerita inspiratif dari balik dinding pesantren di pelosok Madura tentang makna pengabdian.

  • Kabar Takjil: Informasi seputar keguyuban warga Madura dalam berbagi rezeki di waktu berbuka.

Menjadi Obor Kebaikan

Bagi masyarakat Madura, filosofi obor atau lampu damar bukan hal yang asing. Ia adalah simbol perjuangan menuntut ilmu di masa lalu. Kini, di era digital, Suluh Ramadhan hadir sebagai perpanjangan tangan dari tradisi tersebut—menyebarkan pesan-pesan teduh ke layar ponsel Anda.

Mari kita jadikan Ramadhan 1447 Hijriah ini sebagai momentum untuk menyalakan suluh di dalam diri kita masing-masing. Suluh kesabaran, suluh kedermawanan, dan yang terpenting, suluh ketakwaan kepada Allah SWT.

Selamat mengikuti perjalanan spiritual bersama kami. Semoga setiap kata yang terbaca menjadi pahala, dan setiap hikmah yang didapat menjadi cahaya bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat.

Marhaban Ya Ramadhan. Mari Nyalakan Cahaya di Bumi Madura.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Ramadan Garut Utara: Cara Imas Aan Ubudiah Mengetuk ‘Pintu Langit’ Lewat Aspirasi Rakyat

Terbit: 19 Maret 2026 | 17:35 WIB Sebuah kolase eksklusif oleh MaduraExpose.com mengenai misi solidaritas Ramadan oleh Imas Aan Ubudiah (Komisi VI DPR RI – PKB) di Garut Utara. Visual…

Di Garut Selatan, Imas Aan Ubudiah “Suntik” Semangat Empat Pilar ke Tim SAJATI

Terbit: 18 Maret 2026 | 13:45 WIB GARUT, MaduraExpose.com – Momentum Ramadan 1447 H menjadi ruang dialektika kebangsaan bagi Anggota DPR RI Komisi VI, Imas Aan Ubudiah. Melalui unggahan terbarunya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *