Kemenhub Siapkan KM Sabuk Nusantara 74, Fasilitasi Ribuan Santri Mudik Ramadhan ke Sumenep

Terbit: 3 Februari 2026 | 22:45 WIB

MaduraExpose.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat memastikan kepulangan ribuan santri dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, menuju Kabupaten Sumenep, Madura, berjalan lancar dan aman. KM Sabuk Nusantara 74 pun disiapkan sebagai armada utama untuk mengurai kepadatan penumpang.

Langkah ini diambil setelah adanya koordinasi intensif antara otoritas pelabuhan dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur guna memfasilitasi tradisi “Mudik Santri” yang rutin terjadi setiap tahunnya.

Respon Cepat Permohonan Pesantren

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Situbondo, Herland Aprilyanto, mengungkapkan bahwa penyediaan kapal ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi pihak pondok pesantren.

“Beberapa waktu yang lalu kami mendapat surat permohonan dari panitia kepulangan santri berjamaah dari beberapa pondok pesantren di Situbondo, dan kami menindak lanjuti, alhamdulillah kapal perintis KM Sabuk Nusantara 74 siap mengangkut para santri pulang kampung,” ujar Herland Aprilyanto saat dikonfirmasi di Situbondo pada Selasa (3/2/2026).

KM Sabuk Nusantara 74 dipilih karena memiliki kapasitas angkut yang cukup besar, yakni mampu menampung sekitar 500 orang penumpang dalam sekali pelayaran. Hal ini krusial untuk menjamin keselamatan pelayaran bagi para santri.

Prioritas Keselamatan dan Kapasitas

Menurut Herland, pengerahan kapal perintis dari Kemenhub ini dilakukan karena armada reguler yang tersedia di lintasan tersebut dinilai tidak memadai untuk menampung lonjakan jumlah santri dalam waktu bersamaan secara aman.

“Kementerian Perhubungan mendatangkan kapal perintis untuk mengangkut ribuan santri dari beberapa pondok pesantren itu karena armada kapal yang ada tidak memadai secara keselamatan pelayaran dari jumlah santri,” jelasnya menambahkan.

Baca Juga:

Jadwal dan Rute Kepulangan

Berdasarkan data awal, gelombang kepulangan santri dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dijadwalkan akan berlangsung pada 9-10 Februari 2026. Fokus utama rute ini adalah melayani santri asal kepulauan di Sumenep.

“Usulan dari panitia kepulangan santri berjamaah menjelang bulan Ramadhan 2026 rute Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, ada sekitar 800 orang santri,” kata Herland.

Pihak KSOP berencana segera melakukan rapat koordinasi lanjutan dengan pengurus berbagai pesantren di Situbondo untuk memvalidasi data jumlah penumpang. Mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah total santri yang menyeberang ke berbagai kepulauan di Madura mencapai angka yang fantastis.

“Kalau kami mengacu pada tahun sebelumnya, santri dari beberapa pesantren yang pulang kampung pada libur Ramadhan ada sekitar 2.000 orang,” pungkas Herland Aprilyanto.

Dengan adanya fasilitasi kapal perintis ini, diharapkan para santri dapat pulang ke kampung halaman di Sumenep dengan nyaman dan tepat waktu untuk menyambut bulan puasa bersama keluarga. (Tim/Red)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Ramadan Garut Utara: Cara Imas Aan Ubudiah Mengetuk ‘Pintu Langit’ Lewat Aspirasi Rakyat

Terbit: 19 Maret 2026 | 17:35 WIB Sebuah kolase eksklusif oleh MaduraExpose.com mengenai misi solidaritas Ramadan oleh Imas Aan Ubudiah (Komisi VI DPR RI – PKB) di Garut Utara. Visual…

Di Garut Selatan, Imas Aan Ubudiah “Suntik” Semangat Empat Pilar ke Tim SAJATI

Terbit: 18 Maret 2026 | 13:45 WIB GARUT, MaduraExpose.com – Momentum Ramadan 1447 H menjadi ruang dialektika kebangsaan bagi Anggota DPR RI Komisi VI, Imas Aan Ubudiah. Melalui unggahan terbarunya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *