MADURAEXPOSE.COM— Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur tampaknya tidak main-main

dalam menggawangi program NATA KOTA yang dilounching sejak pemerintahan Bupati Busyro Karim dan Wabup Achmad Fauzi.

Bukti keseriusan itu dibuktikan dengan dibangunnya tabir surya (sunscreen) ditengah-tengah jantung kota, yang dalam hal ini diprakarsai oleh Bambang Irianto, Kepala

Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Ciptakarya.

“Dibangunnya suncreen itu sebagai wujud dari program nata kota yang sudah kita buatkan perencanaannya sejak tahun 2015 silam. Sunsreen menjadi bagian penting

dalam rangka mempercantik kota, sekaligus membangun citra,” ujar Bambang Irianto Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya saat

wawancara ekselusif dengan MaduraExpose.com diruang kerjanya, Jum’at (27/01/2017).

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) ini menambahkan, dalam upaya merealisasikan program nata kota, pihaknya

juga mengaku tidak bekerja sendirian. Karena dalam implementasinya memerlukan sinergitas dengan semua pihak terkait.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Membangun kota itu perlu sinergi dengan semua pihak. Apalagi di tahun 2017 ini kami targetkan Sumenep menjadi Kota Pusaka. Tujuannya adalah untuk melestarikan bangunan yang memiliki nilai sejarah, yang jumlahnya mencapai 1000 lebih,” imbuhnya.

Bambang mengakui, konsep perencanaan dalam membangun citra Sumenep ini dibutuhkan pendanaan yang tidak sedikit dan bisa jadi tidak terjangkau oleh APBD.

“Jauh hari sebelumnya kami sudah melakukan berbagai terobosan sejak beberapa tahun sebelumnya. Artinya, ketika dana APBD tidak terjangkau, kami coba sterilkan dengan melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Dirjen Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Alhamdulillah sudah direspon dengan baik,” paparnya menambahkan.

Pihaknya mengaku sudah melayangkan proposal resmi kepada pemerintah pusat, hingga dipastikan tahun ini, peresmian kota pusaka akan terwujud. Idelanya, sebagai tahapan dari upaya membangun kota.

“Sunscreen sudah kita bangun dijantung kota. Sebagai tahapan awal menata kota, mempercantik kota. Perlu adanya sinergi. Jadi kalau tadi Maduraexpose.com menanyakan apa filosofi sunscreen itu konsepnya adalah odeng (ikat kepala menyerupai blangkon khas orang Madura,Red),” pungkasnya. [Ferry Arbania]