Gebrakan Mentan RI dan Chainur Rasyid: Amankan ‘Isi Piring’ Rakyat 2026!
Orkestrasi Pangan 2026 Kementan RI

oleh -337 Dilihat
Chainur Rasyid bersama Menteri Pertanian RI dalam rapat koordinasi Kementan
Langkah Taktis: Suasana rapat koordinasi percepatan program Kementan 2026 yang dipimpin langsung Menteri Pertanian RI di Jakarta, Selasa (24/2). (Foto: Dok. Chainur Rasyid for Madura Expose)
Terbit: 24 Februari 2026 | 22:57 WIB

JAKARTA, MADURA EXPOSE – Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) mulai menabuh genderang perang terhadap krisis pangan masa depan. Tak tanggung-tanggung, orkestrasi pembangunan sektor agraria untuk tahun 2026 sudah mulai dipacu sejak dini melalui rapat koordinasi strategis di Jakarta, Selasa (24/02/2026).

Sinergi Mentan RI dan Chainur Rasyid Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi sorotan karena menerapkan prinsip early planning guna memitigasi risiko ketahanan pangan nasional. Tokoh pertanian yang juga dikenal responsif, Chainur Rasyid, hadir langsung dalam pusaran kebijakan tersebut bersama Menteri Pertanian RI.

“Saat ini kami tengah mengikuti rapat di Kementan Jakarta yang dipimpin langsung oleh Bapak Menteri Pertanian RI,” lapor Chainur Rasyid kepada Maduratani.com (Jaringan Madura Expose Group), Selasa siang.

Pria yang akrab disapa Inung ini menjelaskan, kehadiran dirinya bersama Mentan RI bertujuan memastikan seluruh instrumen pembangunan pertanian tahun anggaran 2026 dapat terakselerasi secara presisi. Langkah ini dianggap krusial demi menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah di tengah ancaman iklim global.

Penganggaran Berbasis Kinerja Secara teknis, percepatan yang digawangi Mentan RI ini merupakan implementasi dari performance-based budgeting. Dengan melakukan koordinasi setahun lebih awal, Kementan berupaya mengunci efisiensi APBN 2026 agar memberikan dampak multiplier bagi produktivitas petani, termasuk di wilayah Madura.

“Ini adalah Rakor program pembangunan Kementerian Pertanian 2026. Targetnya jelas: stabilitas pasokan pangan nasional harus aman tanpa kompromi,” tegas Inung.

Langkah “ngegas” Kementan RI ini diprediksi akan menjadi sinyal positif bagi para pelaku sektor agraris di daerah, sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin kecolongan dalam menjaga kedaulatan piring rakyat Indonesia di masa depan.**

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

Layanan Pembaca: Bagi pembaca yang ingin menyampaikan informasi, keluhan, atau mengirimkan artikel opini, silakan kirimkan melalui email resmi kami di: maduraexposenews@gmail.com

"Dewan Redaksi" MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum