VISIT.CO.ID–Pekan Pancasila yang digaungkan Presiden Jokowi meluncur bagai busur anak panah melesat menggerakkan seluruh jiwa anak bangsa.

Menpora Imam Nahrawi, Menaker Hanif Dakhiri, Kepala Bekraf Triawan Munaf, hadir bertumpah ruah bersama berbagai elemen bangsa, politisi, etnis, budayawan, pelaku seni, selebriti, kaum senior dan anak muda berbaur dalam peringatan Hari Lahir Pancasila ke -72 bertajuk “We The Nation” di Lobi Utama Cilandak Town Square (Citos), Jl. TB. Sumatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (3/6) petang.

“Sebelum kita lahir ke dunia ini, Rahmat Allah telah menjelma air susu di dada ibu, lalu kita diturunkan, pada sebidang tanah air, yang membentang dai Aceh sampai Papua, itulah Indonesia….”. Penggalan awal puisi karya Zawawi Imron dengan judul “Indonesia Tanah Sajadah”, dibacakan secara khusus dan lantang oleh Menpora Imam Nahrawi.

“Secara utuh menggugah kita semua bahwa ditengah-tengah situasi saat ini yang rawan akan gejolak sosial masih ada barisan anak bangsa yang terus berkomitmen sekuat jiwa raga membumikan Pancasila di tanah yang sama-sama kita cintai.”

“Tidak berhenti pada seremonial peringatan semata, tentu seluruh komponen bangsa harus terus menggerakkan, menggalakkan, dan menguatkan Pancasila dimanapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun.

Bila kita semua mampu menjaga berarti kita hidup di ibu pertiwi Indonesia dengan damai, aman, nyaman, saling bahu-membahu, bersatu padu satu sama lain tanpa membedakan ragam perbedaan yang memang selalu ada dan tidak mungkin dihindarkan.

“Disaat semua kita datang dari latar belakang yang berbeda, tidak ada yang dapat menyatukan kita kecuali rumah kita Pancasila.

Itulah, kita semua ber-Tuhan, menjunjung kemanusiaan, tentu kita semua bersatu, bermusyawarah, dan menegakkan keadilan di muka bumi ini, dan tentu kita harus mengamankan membumikan Pancasila, saya Imam Nahrawi, saya Indonesia, saya Pancasila,” pekik Menpora.

HotNews:  Meski Pandemi, La Nyalla Merakyat dan Tetap Serius Serap Aspirasi Nelayan Banyuwangi

Sementara, Kepala Bekraf Triawan Munaf sebagai tuan rumah acara menyampaikan bahwa kreativitas anak bangsa hanya akan muncul dan tumbuh berkembang bila bangsa ini jauh dari kebencian-kebencian, penuh toleransi dan saling bekerjasama.

“Pancasila adalah jauh dari kebencian-kebencian, penuh toleransi, dengan demikian kreatifitas anak bangsa akan tumbuh berkembang demi kemajuan bangsa,” tuturnya.

Hadir pula Sukmawati Soekarno Putri, Sys NS, Addie MS, Glenn Fredly, JFLOW, Once Mekel, Mongol Stres, Romy Soekarno, Menur Soekarno, Banyu Biru Djarot, Puti Soekarno, Rinrin Marinka, Kevin Aprilio, Wulan Guritno, Baim Wong, Dira Sugandi, Kirana Larasati, Chico Hakim, Tsamara Awany, Abhisalom Soerjosoemarno, Lukman Sardi, Winky Wiryawan, Ivanhoe Semen, Randolph Bubu.

[wid/rmol]