Menilik Industrialisasi Konveksi di Kota Ukir Jepara

Terbit: 25 April 2015 | 02:25 WIB

MaduraExpose.com- Tak hanya dikenal sebagai daerah penghasil kerajinan ukir, Kabupaten Jepara juga memiliki potensi industri konveksi yang kiprahnya semakin hari kian berkibar.

Tak hanya dikenal sebagai daerah penghasil kerajinan ukir, Kabupaten Jepara kini juga memiliki potensi industri konveksi yang kiprahnya semakin hari kian meluas ke beberapa daerah di seputaran Provinsi Jawa Tengah.

Berbatasan langsung dengan Laut Jawa di bagian barat dan utara, Kabupaten Pati dan Kudus di sebelah timur, serta Kabupaten Demak di bagian Selatan, Jepara kini juga dikenal sebagai kota fashion karena memiliki sentra industri konveksi yang tersebar di berbagai penjuru daerah. Sebut saja seperti sentra industri konveksi kaos olahraga dan celana training di Desa Sendang, konveksi celana di Desa Bandungrejo, konveksi kerudung di Pendosawalan, serta industri bordir di Kecamatan Nalumsari.

Sentra Konveksi Desa Sendang
Sejak dinobatkan sebagai sentra industri konveksi di Jepara, hampir seluruh warga Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan mulai menekuni peluang bisnis konveksi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka setiap harinya. Di desa yang terletak sekitar 20 kilometer dari Kota Jepara ini, industri konveksi telah berkembang cukup pesat hingga mencapai 506 unit usaha dan telah mampu menyerap tenaga kerja sekitar 3.491 tenaga kerja yang didominasi oleh warga setempat serta beberapa warga yang tinggal di sekitar Desa Sendang.

Industri Konveksi Celana di Desa Bandungrejo
Jika pelaku industri di Desa Sendang lebih dominan memproduksi kaos olahraga dan celana training, maka lain halnya dengan para pengrajin di Desa Bandungrejo yang lebih memilih celana kolor sebagai produk unggulannya. Meskipun sama-sama terletak di Kecamatan Kalinyamatan, namun setiap desa memiliki komoditas masing-masing. Produk celana tersebut sekarang telah merambah pasar Kudus, Semarang, Kediri, Malang, Surabaya, bahkan sampai tembus ke luar Pulau Jawa seperti misalnya ke Kalimantan dan Sulawesi.

Konveksi kerudung Desa Pendosawalan

Selain konveksi baju, Kabupaten Jepara juga memiliki sentra industri konveksi kerudung. Sebagian besar warga Desa Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan ini berprofesi di bidang konveksi kerudung muslimah. Beberapa jenis kerudung yang diproduksi warga Pendosawalan adalah selendang kerudung, jilbab dan makromah (dalaman jilbab) yang dikreasikan dalam berbagai model, bentuk, dan motif yang disesuaikan dengan kebutuhan para konsumen. Untuk pemasarannya, konveksi kerudung sudah mulai merambah pasar Jepara dan mulai menjangkau pasaran di Semarang.

(BisnisUKM)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Lebaran dr. Tifa: Antara Langkah Sunyi, Luka yang Sakral, dan Kemenangan Hati

Terbit: 19 Maret 2026 | 20:10 WIB SUMENEP – Di tengah gempita perayaan Idul Fitri 1447 H, sebuah pesan kontemplatif datang dari sosok intelektual dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa). Melalui…

Mudik 2026: Komisi VI DPR RI Soroti Kegagalan Mitigasi BUMN Karya di Jalur Krusial

Terbit: 17 Maret 2026 | 23:21 WIB JAKARTA – Arus mudik Lebaran 2026 yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan nasional, kini berubah menjadi ujian kesabaran bagi jutaan masyarakat. Kendala klasik berupa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *