MADURA EXPOSE– Kalangan wartawan menilai, aksi unjuk rasa yang dilancarkan puluhan wartawan Sumenep, Madura ke Mapolres setempat pada Senin 16 Mei 2016 lalu, merupakan unjuk rasa pertama kali sepanjang sejarah berdiriya Polres di kabupaten paling timur di ujung Pulau Madura, Jawa Timur tersebut.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Dalam foto ini, tampak sejumlah wartawan tengah menggelar rapat persiapan aksi unjuk rasa ke Mapolres Sumenep sebagai protes terhadap aksi pengusiran yang dilakukan oleh Kasatreskrim Polres AKP Moh Nur Amin, beberapa waktu lalu. Sesuai tuntutan, wartawan yang menjadi korban pengusiran, meminta pihak Kasatreskrim dan institusi Polres untuk meminta maaf ke awak media selama tenggang waktu 3 X 24 jam.

“Karena sudah ada permintaan maaf langsung dari pihak Kasatreskrim dan Kapolres, maka persoalan ini sudah kami anggap selesai. Sekarang yang menjadi harapan kami adalah terciptanya kerjasama yang jauh lebih baik antara pihak Polres dengan para kuli tinta,” terang Roni Hartono, salah satu korban pengusiran Kasatreskrim Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis 19 Mei 2016. [ferry]
wartawan-sumenep-lawan-kasatreskrim-polres