Megawati Minta Aparat Setop Intimidasi Rakyat, Singgung Kasus Aiman

Terbit: 5 Februari 2024 | 07:26 WIB

Maduraexpose.com– Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta aparat dari pihak kepolisian dan TNI tak lagi melakukan intimidasi terhadap para pendukungnya dalam Pemilu 2024.

Mega mengatakan PDIP adalah peserta pemilu yang telah diizinkan untuk ikut berkontestasi. Ia juga menyebut ajang pemilu adalah hak rakyat yang tak boleh diganggu gugat.

“Ingat, hei polisi jangan lagi intimidasi rakyatku. Hei tentara jangan lagi intimidasi rakyatku. PDI Perjuangan adalah partai sah di republik ini artinya diizinkan untuk mengikuti yang namanya pemilu,” kata Megawati dalam pidatonya di kampanye akbar Ganjar-Mahfud bertajuk “Konser Metal”, di GBK, Jakarta, Sabtu (3/2).

“Pemilihan umum langsung adalah hak rakyat bukan kepunyaan kalian, ingat,” sambungnya.

Megawati turut menyinggung kasus yang menjerat Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud Aiman Witjaksono terkait pernyataan aparat tak netral di Pemilu 2024 dan kasus pelarangan banner di Gunung Kidul.

Mega menilai seharusnya aparat kepolisian tidak boleh sewenang-wenang terhadap rakyat yang mengemukakan pendapat.

Terlebih, kata dia, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di depan hukum tanpa terkecuali.

“Enak saja, anak orang dipanggil polisi, itu tahu enggak Pak Aiman? Enak saja anak orang dipanggil-panggil. Kemarin di Gunung Kidul? Baca enggak, baca enggak? Ada enggak Gunung Kidul sekarang angkat tangan? Loh enak aja ibu udah minta kok baik-baik, ini harus sudah diturunkan bla bla bla,” ujar mega.

“(Konstitusi) yang dibuat oleh para pendiri dan pejuang kita, dikatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama, sama, sama, di mana? Di mata hukum,” tutur dia.***

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *