Masterplan Pantai Lombang Diantara Cemara Udang dan Tambak

0
263

By: Ferry Arbania

Maduraexpose.com– Pesona pantai Lombang sebagai objek Wisata dengan ciri khas pohon cemara yang memagari pantai dengan pasir putih nan elok itu memang sangat dikenal oleh masyarakat luas, baik ditingkat nasional maupun ke beberapa mancanegara.

Sayangnya, pantai ini mulai terlihat kurang seksi setelah banyak aset pendukung didalamnya yang diduga kurang terawat dengan baik. Banyak faktor yang menjadi pemicunya,salah satunya adalah terjadinya sengketa lahan destinasi tersebut yang sempat memanas sekitar tahun 2009 silam. Bahkan ditahun yang sama, sempat terjadi penutupan paksa oleh warga. Penutupan itu buntut dari sengketa hingga panggung hiburan utama tak bisa dikunjungi para pengunjung yang datang dari berbagai daearah dan mancanegara.

Tak hanya itu, Fasilitas kamar kecil dan pusat mainan anak-anakpun saat itu tidak dapat dipergunakan oleh pengunjung.Termasuk, kantor wisata Lombang yang dilumpuhkan dengan menggunakan bambu yang diikat dengan kawat.

Ironisnya lagi, aksi penutupan yang dilakukan ratusan warga sama sekali tidak mendapat perlawanan dari pemerintah maupun kepolisian setempat. Bahkan para petugas tiket yang berjaga di pintu masuk beserta staf UPTD Pantai Lombang lainnya hanya melihat aksi warga sambil menghentikan pelayanan para pengunjung. Aksi penutupan oleh warga berjalan tanpa halangan.

Dan Saat ini, masyarakat Sumenep sepertinya menaruh banyak harapan kepada pemerintahan baru dibawah kepemimpinan Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Karena bagaimanapun, Pantai Lombang merupakan destinasi wisata induk bagi sejumlah objek wisata lainnya, termasuk Pulau Giliyang dan Pantai Slopeng.

Destinasi Wisata Pantai Lombang memang layak dijadikan wisata induk berdasarkan masterplan pariwisata 1992, seperti kerap disampaikan oleh H.Masdawi salah satu pemerhati yang kini mennjabat sebagai Anggota DPRD Sumenep dari Dapil V yang meliputi Kecamatan Gapura, Dungkek, Batang-batang, dan Batuputih.

HotNews:  Jelang Lebaran: Wakapolres dan Kasatlantas Dimutasi, Begini Penjelasan Kapolres Darman

H.Masdawi sempat berkisah, jika jauh hari sebelum Pantai Lombang dikelola oleh Pemkab, dirinya telah mati-matian melakukan lobi-lobi dengan sejumlah pihak, termasuk mengikuti berbagai pelatihan kepariwisataan tingkat nasional dengan biaya sendiri.

Bahkan pada tahun 1994,lanjut H.Masdawi, pihaknya menerima titipan surat dari Pemprov Jawa Timur melalui Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jatim, Prof Dr. Harun untuk disampaikan kepada Pemerintah Daerah. Namun saat itu tidak mendapat respon apapun dari pihak pemerintah daerah di Kabupaten Sumenep.

Politisi partai Demokrat ini juga membeberkan soal dana Rp 1 miliar yang saat itu sudah “disipakan” untuk pengembangan Wisata Pantai Lombang di Kecamatan Batang-Batang Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pihaknya berharap agar pada pemerintahan Bupati Sumenep yang baru ini, pengembangan wisata induk (Pantai Lombang) benar-benar digarap sesuai dengan masterplan yang ada. Namun, persoalannya, apakah salinan masterplan itu masih ada atau telah dimakan ‘rayap’ tentu menjadi PR baru yang harus dipecahkan bersama.

“Semoga Bupati Sumenep yang baru, Achmad Fauzi punya salinan masterplannya itu.”. Itu penting agar Destinasi Pantai Lombang kedepan tidak menjadi “Deretan tambak udang yang menguntungkan diri sendiri,”. [Wartawan Senior]