“Manusia Air” Hidup Sebatangkara di Pamekasan

0
786

MADURAEXPOSE.COM–Bukti nyata kurang meratanya pengawasan dan pantauan pemerintah,dalam mendampigi dan mengaplikasikan program Pusat,profensi dan daerah khususnya terbukti pada banyaknya masyarakat tidak mampu dan tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat,Sehingga kurang meratanya program yang diluncurkan, Khususnya program ke sosialan. Kamis (23/2/17)

Salah satu contohnya terjadi pada kakek sanaryo (93) Lansia sebatangkara di dsn. Kretek, Ds. Pademawu Barat,Kec. Pademawu Kab. Pamekasan,yang tinggal digubuk reot, dikelilingi alas dan sungai, sehingga harus menahan air mata ketika banjir yang sering dihadapi sampai kurang lebih satu meter dari permukaan.

menurut pantauan Maduraexpose.com, pengakuan Bapak sunaryo (93) hidup sebatangkara,yang mana selama hidupnya mendapatkan bantuan dari pemerintah sebanyak 2 kali sekitar tahun 2009-2010, Namun terlepas dari itu tak satupun bantuan pemerintah menyentuh kehidupan kakek tersebut.

Berharap Sunaryo, Mendapatkan bantuan dari pemerintah baik itu RTLH ( Rumah Tidak Layak Huni ) dan program pengentasan kemiskinan.

” saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah dan saudara-saudara jika jika benar-benar memperhatikan saya” tegasnya dengan tatapan sendu

Mukhlis (45) warga sekitar ds. Pademawu Barat,mengatakan Bapak sunaryo ini memang sewajarnya mendapatkan bantuan melaui program-program yang ada.

” Semuga dengan harapan pemerintah cepat tanggap darurat,pasalnya setiap kali datang hujan deras rumahnya dikelilingi dengan aliran sungai buntu, dan luapan air saat hujan deras menggenangi rumah reot pak sunaryo”.

Adie Pegiat/Pemerhati sosial dan seni yang aktive dalam Gerakan Peduli Sosial Dan seni Madura (GAPSOS MADURA) Mendatangi langsung ke kediaman Pak Sanaryo dan sangat prihatin dengan kondisi hidup yang di alami warga pademawu barat tersebut.

” Kami harapkan kepada Pemerintah,Relawan dan Masyarakat Peduli sosial, Agar lebih memperhatikan ke adaan sosial dibawa,dan program yang turun kebawah seperti misalkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Serta program-program lainnya, Harus dinetralisir lagi dan harus di pantau lagi agar tepat sasaran” Tegasnya

” Juga kami tekankan kepada Pemerintah untuk benar-benar transparan serta profesional dalam menjalani tugas, Agar terciptanya sebuah bentuk ideologi sila kelima yakni Keadilan Sosial Bagi seluruh Rakyat Indonesia, Dan kami harapkan kepada Penegak Program pengentasan kemiskinan,untuk tidak hanya menyerap info dari masyarakat melainkan harus terjun ke lapangan,karna sesuai pengakuan masyarakat miskin tersebut orang yang ekonominya lebih layak yang mendapatkan bantuaN,” pungkas adie Gapsos.

Reporter : Luthfiadi ME