JAKARTA, MADURA EXPOSE – Tokoh nasional asal Madura, Mahfud MD, kembali melontarkan kritik keras terhadap situasi kebangsaan terkini. Dalam unggahan terbarunya, mantan Menko Polhukam ini menyoroti fenomena “Bangga Jadi WNA” hingga maraknya aksi teror terhadap suara-suara kritis mahasiswa.
Peringatan soal Lunturnya Nasionalisme Mahfud MD mengaku memahami munculnya rasa putus asa di tengah masyarakat, seperti yang viral pada kasus Dwi Tias. Menurutnya, nasionalisme bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit secara cuma-cuma, melainkan harus dipupuk melalui kehadiran negara yang adil.
“Nasionalisme bisa luntur jika negara gagal mengayomi dan justru memeras rakyatnya sendiri,” tegas Mahfud dalam kanal YouTube resminya, Mahfud MD Official.
Mengecam Teror terhadap Aktivis Isu lain yang dibahas secara mendalam adalah aksi teror yang menimpa Ketua BEM UGM, Tio Ardianto. Mahfud mengecam keras intimidasi tersebut dan mendesak aparat penegak hukum untuk tidak membiarkan tindakan premanisme terhadap pengkritik kebijakan tumbuh subur.
Bagi Mahfud, keberanian mahasiswa untuk bersuara secara rasional adalah aset bangsa yang harus dilindungi, bukan justru dibungkam dengan cara-cara yang melanggar hak asasi manusia.
Borok Hukum dan Harapan Masa Depan Melalui judul video “Bangga Jadi WNA, Kritik Diteror, Tolak Kebijakan Disebut Anti HAM?”, Mahfud juga membuka kembali borok penegakan hukum, termasuk sulitnya eksekusi tanah yang telah berkekuatan hukum tetap akibat intervensi oknum.
Pesan penutup dari sang profesor sangat jernih: pemerintah harus mulai mendengarkan kritik dengan lapang dada. Sebab, jika peringatan demi peringatan tidak lagi digubris, maka sejarah dan alam yang akan mengambil alih mekanisme perubahan.
Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose








