Mahasiswa demo Dinas Pendidikan Sumenep terkait pengadaan buku DAK 2010 yang ditengarai sarat penyimpangan (Dok/MaduraExpose.com)

Sumenep, MaduraExpose.com- Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas pendidikan sumenep kembali digugat. Setelah sebelumnya DAK 2010 dinilai bermasalah karena realisasinya berupa buku mata pelajaran ditemukan di kantor Ansor baru-baru ini, kini realisasi DAK 2013 yang manguak kepermukaan.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Puluhan aktivis Mahasiswa Sumenep Raya (Mahasurya) melakukan aksi demonstrasi menuntut transparansi realisasi DAK 2013 di dua kecamatan; Kecamatan Bluto dan Pragaan karena diduga terdapat penyimpangan realisasi. Penyimpangan realisasi DAK yang ditemukan mahasiswa di dua kecamatan tersebut berupa pengalihan pembagunan dari reahbilitasi gedung ke pembangunan jalan berupa paping. DAK yang mestinya digunakan untuk rehab gedung sekolah berubah menjadi jalan raya.

“Dinas pendidikan wajib bertanggung jawab atas hal ini,” teriak Bisrigie korlap aksi mahasurya kamis (18/12/14)

Bisri mengungkapkan, berdasarkan temuannya dilapangan, semestinya dinas pendidikan mengambil sikap yang tegas. Bukan malah bungkam. Kebungkaman dinas pendidikan menurutnya merupakan tanda bahwa dinas pendidikan tidak bertanggung jawab.

“Kami menuntut transparansi realisasi DAK 2013 di dua kecamatan itu. Dinas pendidikan jangan diam. Jangan bungkam!,” teriak Bisri dalam orasinya.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Menengaj (Kabid Dikmen) Disdik Sumenep Nurul Hamzah menegaskan temuan yang disampaikan oleh Mahasiswa sudah masuk di BPKP. Saat ini, pihaknya masih menunggu rekomendasi BPKP terkait penyelewengan realisasi DAK 2013 di dua kecamatan tersebut.

“Saat ini kami masih menunggu. Belum ada laporan ke kami dari BPKP saol adanya kerugian negara. Hanya memang soal penyelewengan itu, penggunaan DAK yang digunakan untuk paping tidak sesuai dengan RAB. Makanya apakah pihak lembaga harus mengembalikan uang atau seperti apa kami menunggu dari BPKP,” tandasnya.

(Guk/Fer)