
Sumenep (Maduraexpose.com)– Kasus video mesum mirip anggota DPRD Sumenep kini mencuat kemana-mana dan jadi buah bibir. Bahkan kasus ini jadi perbincangan kalangan intelektual di Surabaya, salah satunya dari M Ketua Umum
Ketua Yayasan LaNyalla Madura Center (LMC), Moh Hasan SH.MH.CPCLE.
Menurut pria asal Sumenep ini, lambannya pengusutan kasus video mesum ini patut disesalkan bersama karena hal tersebut menyangkut moral atau etik anggota dewan.
“Seharusnya BK harus peka dalam menyikapi persoalan dugaan video mesum yang mirip anggota dewan yang terhormat,” demikian Moh Hasan SH.MH.CPCLE, Ketua LMC melalui pesan WhatsApp yang diterima Redaksi Maduraexpose.com, Kamis 07 Oktober 2021.
Hasan yang juga berprofesi Advokat ini merasa prihatin dengan isu yang menerpa kehormatan institusi DPRD Sumenep.
“Terus terang saya sangat prihatin dengan perilaku oknum anggota DPRD Sumenep yang diduga amoral. Tidak seharusnya anggota dewan yg terhormat melakukan hal yang tak terpuji,” tandasnya lagi.
Bos media yang berdomisili di Surabaya ini menilai, jika benar pemeran video mesum seperti dihembuskan media itu benar, maka hal itu menunjukkan betapa moral dari oknum wakil rakyat itu sudah sangat parah.
“Hal ini sebagai barometer bahwa begitu bobroknya moral oknum DPRD Sumenep itu. Seharusnya yang beredar bukan video mesum, tapi contoh yang baik. Ini malah tindakan yang memalukan,” imbuhnya lagi panjang lebar.
Hasan yang juga bos media ini menekankan penting menjga moral dikalangan wakil rakyat agar menjadi teladan bagi publik.
Untuk itu pihknya berharap kepada oknum anggota dewan yang merasa seperti dalam video mesum yang konon beredar dikalangan aktivis itu, agar segera hengkang dari gedung parlemen.
“Jika oknum tersebut masih mempunyai harga diri, maka wajib mengundurkan diri. Dan juga, seharusnya intitusi kepolisian juga bergerak untuk menyelidiki kasus video mesum mirip anggota DPRD Sumenep tersebut,” pungkasnya.
Ramai diberitakan sebelumnya, video mesum mirip anggota DPRD Sumenep berinisial (i) itu, pertama kali dihembuskan oleh Media Kempalan.
Bahkan, gegara video mesum ini, sempat menimbulkan ketegangan serius antara Sekretaris DPC PKB Sumenep dengan Netizen (Ipungnga Marsuk) yang memposting link berita yang judulnya terdapat embel-embel FPKB.
Tak berhenti disitu saja, Netizen yang dituding merugikan parpol itu malah menantang balik Sekretaris DPC PKB Sumenep agar mengambil langkah-langkah, termasuk ancaman somasi sebelumnya.
Saking jengkelnya, Sang Netizen ogah menghapus postingannya. baca: https://www.maduraexpose.com/video-mesum-pemilik-akun-fb-ogah-hapus-postingannya-soal-mirip-anggota-fpkb-dprd-sumenep/
Sumber:
Editor: Ferry Arbania



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
