Lawan Kriminaliasi Ulama, Ribuan Umat Islam Madura Gelar Tabligh Akbar

Terbit: 27 Januari 2017 | 19:15 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Ribuan umat Islam di Pamekasan, menggelar tabligh akbar di bundaran monumen Arek Lancor (Arlan), Jumat siang 26 Januari 2017. Tabligh akbar tersebut dikatakan dalam rangka membela ulama, habaib dan NKRI.

Acara yang dihadiri Ormas Islam, Ulama, Habaib, dan santri dari pondok pesantren di Pamekasan itu dimotori oleh Gerakan Umat Islam Pamekasan (GUIP).

Sekeretaris GUIP K. Umar Hamdan mengatakan, belakangan ini marak kriminalisasi terhadap para ulama. Menurutnya, kriminalisasi itu adalah bukti bahwa ada pihak-pihak yang akan menghancurkan umat Islam.

“Ulama, habaib dan Ormas Islam yang konsisten memperjuangkan agama dan menjaga kedaulatan NKRI telah dikiriminalisasi. Ini tidak boleh dibiarkan,”‘ kata K. Umar Hamdan, dalam sambutannya.

Saat ini, kata dia, umat Islam telah kembali bersatu menuju pada perjuangan hakiki untuk mengembalikan Izzatul Islam Wal Jamaah. Bersatunya umat Islam membuat orang-orang yang suka mengkriminalisasi gemetar ketakutan.

“Bersatunya umat Islam juga memaksa musuh-musuh Allah menyusun kembali rencana untuk menghancurkan Islam,” terangnya.

Hingga saat berita ini dipublikasikan, kegiatan tabligh akbar bela ulama, habaib dan NKRI masih berlangsung. (RIDWAN/BETH)

Sumber:KoranMadura

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *