Laka Laut Diperairan Giligenting, Dandim 0827 Sumenep dan Kapolres Turun Tangan

Terbit: 15 Februari 2021 | 17:08 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com) -Ditengah Musim pengghujan dan angin lagi- lagi terjadi Kecelakaan dilaut perahu tenggelam dan memakan korban jiwa.

Kejadian pada hari Senin tanggal 14 Februari sekira pukul 03.00 wib di wilayah perairan Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep dengan jumlah penumpang /abk 17 orang. Sumenep (15/3/21).

Berawal dari terjadi hujan lebat yg disertai angin kencang sehingga ombak menghantam perahu mesin KM. Berhasil 2 sampai perahu tersebut mengalami pecah sehingga para penumpang jatuh kelaut.

Sementara untuk korban selamat 14 orang dan 3 orang dalam pencariaan.

Setelah ada laporan laka laut di perairan Giligenting, Dandim 0827 Sumenep Letkol Nur Cholis, A.Md. bersama Kapolres Sumenep Akbp Sudarman S.I.K langsung berangkat ke lokasi untuk menyelamatkan para korban perahu nelayan tersebut.

Dandim 0827/Sumenep mengatakan agar selalu perhatikan faktor keamanan dalam setiap perjalanan menggunakan perahu dimusim penghujan saat ini.

Langkah kami bersama polres memberikan pertolongan pertama dan mengefakuasi serta dilanjutkannpencarian bagi korban yang belum ditemukan, Imbuh Dandim. (Ferry Arbania)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *