Kurangi Risiko Bahaya, BPBD Lumajang Berikan Edukasi Mitigasi Bencana untuk Anak Usia Dini

Terbit: 22 Februari 2024 | 00:42 WIB

Maduraexpose.com- Puluhan santri dari TK TAAM Quba Yayasan Bahrusysyfa’ Bagusari Lumajang memenuhi ruang Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Selasa (20/2/2024).

Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari upaya edukasi mitigasi bencana yang ditujukan khusus untuk anak usia dini.

Saat kegiatan tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, beserta tim, menyambut kedatangan besar keluarga TK TAAM QUBA dengan penuh kegembiraan.

Mereka mengapresiasi inovasi “BELI NASI – Belajar Ilmu Bencana Sejak Dini” yang telah dicanangkan oleh BPBD, yang menunjukkan komitmen untuk melibatkan anak-anak sejak dini dalam upaya penanggulangan bencana.

Sementara itu, Penata Penanggulangan Bencana Muda BPBD Kabupaten Lumajang, Amni Najmi menjelaskan, bahwa edukasi mitigasi bencana kepada anak usia dini memiliki tujuan yang sangat penting. Anak-anak seringkali menjadi korban rawan dalam situasi bencana, oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mengetahui langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi bencana.

Lanjut dia, Lumajang memiliki potensi bencana seperti banjir, angin puting beliung, longsor, gempa bumi, dan erupsi gunung berapi. Amni menekankan bahwa meskipun kita tidak berharap bencana terjadi, namun penting bagi anak-anak untuk memahami cara mengurangi risiko bahaya.

“Edukasi ini memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada anak-anak, sehingga mereka akan lebih siap menghadapi situasi darurat. Dengan demikian, mereka akan menjadi lebih tanggap saat ada situasi bencana dan dapat melakukan tindakan yang tepat untuk keselamatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Amni juga memberi pesan kepada guru dan ustadzah pendamping, bahwa simbol-simbol terkait kebencanaan, seperti jalur evakuasi dan titik kumpul, seharusnya ada di tempat-tempat seperti gedung Satuan Taman Kanak-Kanak.

Guru-guru diminta untuk mengenalkan makna simbol-simbol tersebut kepada anak-anak dan membahas langkah-langkah penyelamatan saat terjadi bencana sebagai bagian dari pembelajaran.

“Ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa anak-anak memahami pentingnya keselamatan dalam situasi darurat dan memiliki pengetahuan yang cukup untuk bertindak dengan cepat dan tepat,” tambahnya.***

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *