Kuota Haji Sumenep 2026 Resmi Ditetapkan: 1.012 Calon Jemaah Segera Lunasi BPIH

oleh -383 Dilihat
Jamaah Haji Sumenep/Ist,.

 


Kabar gembira datang dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Sumenep. Kepala Kantor, Ahmad Halimy, mengumumkan penetapan resmi kuota calon jemaah haji asal Kabupaten Sumenep untuk musim haji 2026. Kuota tahun ini ditetapkan sebanyak 1.012 orang, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 994 jemaah.

“Alhamdulillah, kuota haji 2026 untuk Sumenep sudah ditetapkan. Ada peningkatan, meskipun tidak besar,” ujar Halimy pada Rabu lalu. Jumlah 1.012 orang ini merupakan kuota reguler yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia dan dialokasikan secara proporsional, termasuk untuk wilayah Sumenep.

Kewajiban Kritis: Pelunasan BPIH 2026

Saat ini, seluruh 1.012 calon jemaah yang namanya masuk dalam kuota utama telah menerima undangan resmi untuk segera melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026. Tahapan pelunasan ini adalah langkah administrasi paling krusial yang harus diselesaikan oleh calon jemaah.

Halimy menekankan bahwa kelancaran seluruh proses menuju keberangkatan, mulai dari pengurusan visa hingga penempatan, sangat bergantung pada penyelesaian pelunasan BPIH secara tepat waktu. “Tentunya, yang tak kalah penting adalah melunasi BPIH sesuai ketentuan. Kami harap seluruh calon jemaah segera menyelesaikan pembayarannya agar proses administrasi berjalan lancar,” tegasnya.

Persiapan Jemaah: Dokumen, Manasik, dan Kesehatan

Kemenag Sumenep mengingatkan calon jemaah bahwa ibadah haji bukan hanya urusan spiritual, tetapi juga memerlukan kesiapan teknis dan fisik yang prima. Halimy menjelaskan, calon jemaah wajib menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan sebelum keberangkatan.

Persiapan tersebut meliputi memastikan kelengkapan dokumen, seperti paspor aktif dan biovisa. Selain itu, jemaah diwajibkan mengikuti seluruh sesi pembekalan manasik haji guna memahami rukun dan tata cara ibadah yang benar. Aspek kesehatan juga menjadi fokus utama, di mana kondisi fisik dan mental harus dipastikan sehat agar mampu menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan aman, tertib, dan penuh makna.

Menanti Alokasi Kuota Cadangan

Meskipun kuota utama telah resmi diumumkan, Halimy menyatakan bahwa Kemenag Sumenep belum menerima informasi pasti mengenai alokasi kuota cadangan dari pusat. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama RI untuk memantau perkembangan alokasi tambahan tersebut. Dengan peningkatan kuota ini, diharapkan semakin banyak warga Sumenep yang dapat menunaikan rukun Islam kelima dan menyempurnakan keislamannya. [dbs/fer]

Tentang Penulis: Tim/Red. MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Tinggalkan Balasan