MaduraExpose. Pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi) terdakwa Miski asal Desa Sokobena Daya Kec. Sokobena Kab. Sampang yang di tangkap pada bulan Juli 2018 lalu atas kasus Narkotika melauli kuasa Hukumnya Sulaisi. 3/1/19
Dalam perkara yang menimpa Miski sejak awal pemeriksaan oleh Polres Sumenep hingga pembacaan surat dakwaan sampai pembacaan surat tuntutan sarat dengan kejanggalan.

” Dalam surat Pledoi ada 12 sarat kejanggalan ” terang sulaisi sambil memaparkan surat peledoi yang di bacakan di persidangan
Diantaranya yang menjadi sarat kejanggalan ialah yang menjadi saksi yang di sidangkan di persidangan adalah orang yang sama sekali tidak tahu persis kejadian malah berperan sebagai saksi fakta bukan saksi Verbalisan.

” Padahal menurut Hukum tahu sendiri, melihat sendiri, dan mengalami sendiri itulah sarat kesaksian,” kata sulaisi sambil memperlihatkan surat Nota Pembelaan.

Adapun yang menjadi saksi dalam perkara ini adalah petugas yang menangkap terdakwa memberi kesaksian di bawah sumpah hanya berdasarkan pengakuan dari saksi-saksi yang lain. Bahkan,lanjut Sulaisi, tidak sepatutnya petugas yang menangkap malah menjadi saksi fakta.

google.com, pub-3435894053090429, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Bagaimana mungkin petugas yang berkepentingan menghukum malah menjadi saksi fakta sendiri di peraidangan, situasi ini menguatkan kecurigaan perkara ini by design dan kejar target “.sesalnya.

Menurut Sulaisi selaku penasehat hukum bahwa kliennya di geledah tanpa surat pengeledahan badan/pakaian, sambil diancam dengan kata-kata “kalau kamu tidak ngaku akan saya bawa kamu ke gunung (ke tempat sepi) dan akan saya tembak kepalamu”,

Pihaknya menilai perkara yang ia tangani adalah bukanlah perkara operasi tangkap tangan melainkan pengembangan dari penangkapan sebelumnya.

Sementara terdakwa Miski melanggar UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pimair Pasal 114 ayat 1 dan Subsidair pasal 112 ayat 1.

HotNews:  Grebek Mesum Kasi Dinas Pariwisata Sumenep, Celana Dalam Bidan Diamankan Polisi

(saf/fer)