Korban Gempa di Ganding Dapat Bantuan, Fokus Pemulihan di Pulau Sapudi

Terbit: 2 Oktober 2025 | 23:32 WIB

SUMENEP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, menunjukkan respons tanggap darurat yang cepat dengan langsung menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak gempa bumi M 6,5.

 

Bantuan logistik disalurkan ke wilayah daratan, yaitu Kecamatan Ganding dan Manding, serta wilayah kepulauan, Pulau Sapudi, pada Kamis (2/10/25).

 

 

Langkah cepat ini menjadi fokus utama Pemkab untuk meringankan beban dan memberikan perlindungan awal bagi masyarakat yang rumahnya rusak akibat guncangan keras tersebut.

 

Verifikasi Lapangan dan Bantuan Tepat Sasaran

 

Tim gabungan Pemkab Sumenep segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi detail dan memastikan bantuan tersampaikan kepada individu yang membutuhkan.

 

 

Laporan dampak gempa yang diterima Pemkab merinci kasus di Dusun Ganding Timur, Desa Ganding, Kecamatan Ganding, di mana rumah milik Saheri (76 tahun) roboh total akibat guncangan. Beruntung, meskipun rumah roboh dengan taksiran kerugian materi sekitar Rp30 juta, tidak ada korban jiwa maupun luka.

 

 

Di Kecamatan Manding, bantuan juga disalurkan kepada Suriadi (40), warga Desa Tenonan, yang turut terdampak.

 

 

Bantuan yang disalurkan Pemkab meliputi paket sembako, terpal, kasur, paket kebutuhan keluarga, pakaian, dan logistik penting lainnya—semua disesuaikan dengan kebutuhan korban yang telah terverifikasi.

 

 

Asisten Administrasi Umum Setdakab Sumenep, Verdian Tetrajaya, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi adalah wujud nyata dari empati dan tanggung jawab.

 

“Kami hadir langsung sebagai bentuk empati dan tanggung jawab pemerintah dalam memberikan perlindungan serta pemulihan awal kepada warga yang terdampak bencana,” ujar Verdian.


 

Fokus Pemulihan di Pulau Sapudi

 

Selain wilayah daratan yang terdampak sporadis, perhatian terbesar pemerintah tertuju pada Pulau Sapudi, yang menjadi wilayah terdampak paling parah. Data terbaru mencatat total 316 bangunan rusak akibat guncangan M 6,5, dengan mayoritas kerusakan terpusat di Sapudi.

 

 

Data kerusakan di Sapudi mencakup:

  • 279 rumah rusak.
  • Fasilitas Publik/Ibadah: 10 Masjid, 3 Musala, 1 Puskesmas, 2 Sekolah, dan 1 Polindes.

 

Pemkab Sumenep memastikan bahwa upaya penyaluran bantuan dan asesmen kerusakan di Sapudi akan terus ditingkatkan, mengingat tantangan logistik di wilayah kepulauan.

 

Pemkab berkomitmen untuk terus memantau kondisi pasca-gempa dan menyiapkan langkah lanjutan serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan jangka panjang.

 

 

Langkah cepat Pemkab ini, didukung dengan data lapangan yang akurat seperti kasus Bapak Saheri, diharapkan dapat menjadi fondasi awal pemulihan, memastikan masyarakat terdampak, baik di daratan maupun di kepulauan, merasa dilindungi dan didukung oleh pemerintah daerah.

  • Avatar

    administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

    Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

    Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

    Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *