Sumenep, MaduraExpose.com- Hingga saat ini, kisruh di internal Komisi II DPRD Sumenep makin meruncing dan jika tidak segara diatasi diprediksi bisa mengancam kenyamanan kerja sesama anggota dewan.

Situasi rumit di internal Komisi II ini mendapat perhatian serius dari unsur Pimpinan DPRD Sumenep yang meminta kedua kubu yang bersiteru segera mengakhiri ketegangan dengan cara ishlah.

“Namun jika (islah) tidak bisa dilakuka, kami kembalikan lagi semuanya kepada Komisi II”, ujar Moh Hanafi, Wakil Ketua DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur kepada awak media, Jum’at.

Ditambahkan Hanafi, dalam tatib dijelaskan bahwa pergantian Ketua Komisi dapat dilakukan maksimal 2,5 tahun. Kendati demikian, pihaknya menginginkan agar kedua belah pihak tetap memilih jalan islah demi menyelesaikan konflik berkepanjangan.

Untuk diketahui, konflik di internal Komisi II DPRD Sumenep pecah saat digelar rapat pergantian ketua komisi. Dimana dua orang anggota komisi yang membidangi masalah ekonomi itu menyatakan menarik dukungan. Dalam rapat komisi itu dihadiri oleh 7 anggota, sedang 4 lainnya tidak dilibatkan.

Rapat internal Komisi II itu menghasilkan keputusan mendukung AF Hari Ponto dari Partai Golkar sebagai Ketua Komisi II DPRD Sumenep menggantikan Nurus Salam Politisi Partai Gerindra.

(m2d/fer)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM