Ilustrasi/net

NewsIndonesia
Madura Expose. Seorang bocah berusia 7 tahun asal Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Pamekasan, dilaporkan tewas tenggelam di kolam renang Taman Wisata Tirta Sumekar Indah (TSI) yang berlokasi di Desa-Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Senin (10/6/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian setempat, bocah asal Pamekasan tersebut datang bersama keluarga besarnya untuk berwisata di hari libur lebaran dengan menggunakan satu mobil pick up L-300 warna coklat tua bernopol M 9697 E.

“Telah tenggelam hingga meninggal dunia seorang anak-anak di kolam renang dewasa atas nama Afdan Sakuron, warga Dempo barat Kecamatan Pasean, Pamekasan,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti. Senin (10/6/2019) sore, dalam keterangan rilisnya.

Putra pasangan Isa Lutfi (40) dan Siti Sauidah (34) ini diketahui berenang di kolam renang tempat orang dewasa, saat kedua orang tuanya masih antri di loket pembelian tiket masuk.

“Korban menghampiri kolam dengan melepas baju dan langsung masuk ke kolam renang dewasa, sedangkan posisi dari pada kedua orang tua dan keluarganya masih berada di seputaran tempat tiket masuk,” imbuhnya.

Usai rombongan membeli tiket, Afdan sakuron telah hilang, kemudian dicari oleh keluarganya, nahas bocah tersebut ditemukan sudah dalam kondisi tenggelam.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Semua keluarga mencari keberadaan korban dan pada saat ditemukan oleh pamannya yang bernama Amiroso, korban sudah dalam keadaan tenggelam di dasar kolam renang dewasa dan tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, lanjut perempuan yang juga menjabat Kapolsek Sumenep kota ini, korban langsung di bawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban sebenarnya langsung di bawa ke puskesmas Batuan, namun sudah tidak bisa tertolong,” imbuh AKP Widi.

Kesimpulan polisi, kejadian tersebut disinyalir adanya keteledoran dari orang tua yang kurang memperhatikan anaknya.

“Kejadian ini, karena kurangnya perhatian orang tua, termasuk pula kurangnya pengawasan dari karyawan atau pengawas di lokasi renang TSI,” tegas AKP Widi.

Saat ini, korban telah diserahkan kepada keluarganya setelah mendapatkan perawatan medis dari dokter Puskesmas Kecamatan Batuan untuk dimakamkan di rumah duka.

Untuk diketahui, tempat Wisata TSI merupakan salah satu tempat wisata renang yang mempunyai dua lokasi yaitu untuk tempat dewasa dengan ukuran 10 meter kali 25 meter dan kedalaman di bagi dua yaitu 1,5 meter dan 1 meter. Sedangkan untuk tempat anak-anak hanya sebatas tempat mainan air. (rud/jie)

MADURAEXPOSE TV