Sumenep – Upacara Peringatan hari kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni 2017 di gelar di lapangan upacara Kodim 0827 Sumenep Jln. Kesatrian No. 1 Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep dan dikuti seluruh anggota Militer dan PNS Kodim 0827 Sumenep, Rabu (01/06/2017)

Dalam Upacara tersebut bertindak selaku Inspektur Upacara Kasdim 0827 Sumenep Mayor Arm Budi Susilo Wibowo dan selaku Komandan Upacara Kapten Inf Galang Prayitno Danramil 0827/04 Bluto dan dihadiri Perwira Staf, Para Danramil di wilayah Kodim 0827 Sumenep.

Dalam amanat yang di sampaikan Mayor Arm Budi Susilo wibowo bahwa Pancasila merupakan hasil satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 01 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno pada piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945 berkat jiwa besar Founding Fathers para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh Nusantara sehingga bangsa Indonesia bisa membangun kesempatan bangsa dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman dari sabang sampai merauke adalah keberagaman dari miangas sampai rote juga keberagaman berbagai etnis bahasa adat istiadat agama kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia itulah ke-Bhinneka Tunggal Ika-an kita

“Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinnikaan dan ke ikaan kita ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalah gunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong”,himbaunya.

Pihaknya mengajak masyarakat belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui radikalisme konflik sosial terorisme dan perang saudara dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

HotNews:  Meski Pandemi, La Nyalla Merakyat dan Tetap Serius Serap Aspirasi Nelayan Banyuwangi

” kita bisa terhindar dari masalah tersebut bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri dengan Pancasila Indonesia adalah harapan dan tujuan masyarakat Internasional untuk membangun dunia yang damai adil dan makmur ditengah kemajemukan”, terangnya panjang lebar.

Untuk itu, pihaknya mengajak peran aktif Toga, Tomas, Pendidik, Pelaku seni dan budaya, Pelaku media, Jajaran birokrasi TNI dan POLRI serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila.

Komitmen Pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat misalnya diundangkan peraturan Presiden no 54 tahun 2017 tentang Unit kerja Presiden pembinaan ideologi Pancasila bersama seluruh komponen bangsa.

lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengalaman Pancasila dalam kehidupan sehari – hari yang terintegrasi dengan program – program pembangunan pengentasan kemiskinan pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya menjadi bagian integral dari pengalaman nilai – nilai Pancasila.

“Tidak ada pilihan lain kita harus bahu membahu menggapai cita – cita bangsa sesuai dengan Pancasila seluruh anak bangsa harus menyatu hati pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan kita harus kembali kejati diri sebagai bangsa yang santun berjiwa gotong royong dan toleran dan kita wajib menjadikan Indonesia bangsa yang adil makmur dan bermartabat dimata Internasional”,imbuhnya.

Pihaknya mengajak semua komponen untuk waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila.Menurutnya, pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi – organisasi dan gerakan yang anti Pancasila anti UUD 1945 anti NKRI anti Bhinneka Tunggal Ika pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas – jelas sudah dilarang di bumi Indonesia.

“sekali lagi jaga perdamaian jaga persatuan dan jaga persaudaraan di antara kita mari kita saling bersikap santun saling menghormati saling toleran dan saling bahu membahu bergotong royong demi kemajua Indonesia,”tutupnya. (pur/fer)

HotNews:  Din Syamsudin: Presiden Bisa Dimakzulkan