Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Koordinator KNAP Mengatakan, Sumenep sepertinya
menjadi Sasaran Empuk pemurtadan, apabila umat Islam,terutama kalangan tokoh ulama dan Kiai lengah.

Hal itu disampaikan Ustadz Luthfi, Kordinator Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) dikediamannya, Kota Sumenep.

Kekhawatiran itu, menurutnya bukan sekedar omong kosong, pasca terjadinya dua kasus penyebaran atribut buku bergambar Yesus yang disebar disejumlah sekolah di Kecamatan Manding dan terakhir dua pria yang diduga penginjil, ketangkap basah hendak menyebarkan Alkitab Di Sumenep.

Inilah dua pria yang sempat di introgasi Koordinator KNAP/ISTIMEWA.

Pihaknya berharap banyak, agar kalangan Ulama dan Kiai Di Sumenep tidak menganggap remeh kejadian tersebut.

“Jika Semakin banyak yg peduli insya Allah para ulama, kyai dan pejabat di Sumenep yg tidur lelap akan tersadar bahwa Sumenep adalah sasaran empuk upaya pemurtadan dan kristenisasi”, ungkap Uatadz Luthfi, Koordinator Komisi National Anti Pemurtadan, Korwil Madura, Jawa Timur.

Pria yang juga berprofesi sebagai dokter ini menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya secara kelembagaan akan melaporkan secara resmi kasus dugaan penyebaran Alkitab tersebut kepihak Polres Sumenep.

“Kami akan melaporkan kasus tersebut, dan kami sudah konsultasikan kepada Tim Advokat kami”, pungkasnya.

Sebelumnya, Kasus dugaan penyebaran alkitab Di Kabupaten Sumenep mendapat ini juga mendapat reaksi keras dari sejumlah tokoh Islam di Jawa Timur.

Salah satu kecaman datang dari Ketua Yayasan Al Furqon Surabaya, saat dimintai konfirmasi Redaksi, terkait adanya dua penginjil yang ketangkap basah hendak menyebar alkitab ke sejumlah sekolah-sekolah dan Hotel.

“Dua penyebar alkitab di Sumenep itu harus diusut tuntas apa motifnya. Kalau disebarkan ke pengikutnya sendiri tak ada masalah. Ini masalahnya ibarat hendak mengajarkan agama kepada orang yang sudah beragama”, ujar Muh. Hasan, Ketua Yayasan Al Furqon Surabaya, Kepada Redaksi MaduraExpose.com. (Ferry)

HotNews:  Ada Bara Kecil di KPK