KNAP Pergoki Penginjil International Di SMANSA Sumenep

0
2814
Dua penginjil yang sempat diitrogasi oleh Kordinator Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) wilayah Madura.

MADURAEXPOSE.COM– Kamis jam 23.00 saya selaku Kordinator Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) wilayah Madura memergoki dua orang pria yang hendak menemui Kepala Sekolah SMA Negeri Sumenep guna membagi -bagikan Alkitab.

“Saya menerima informasi bahwa siang tadi (kemarin, Red) telah ada pembagian Injil ke beberapa hotel di Sumenep. Bahkan ada salah satu pengelola hotel yg meminta pendapat kami apakah Injil tersebut akan diterima atau tidak”, ujar Ustadz dokter Luthfi kepada MaduraExpose.com, Sabtu, 20 Mei 2017.

Alumni gerakan 212 ini mengaku terkejut, Karena ternyata pembagian Injil itu juga akan dilanjutkan ke Sekolah sekolah di Sumenep.

“Ba’da shalat shubuh saya chek keberadaan penginjil tersebut di salah satu hotel di Sumenep dan ternyata benar adanya,” imbuhnya.

Dokter Luthfi berkisah, saat itu pihaknya memutuskan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut gerakan para penginjil itu dengan cara mengikuti mereka.

“Ternyata tujuan pertama mereka pagi itu sekira jam 08.30 adalah Yayasan Katholik Sang Timur. Saya pantau terus karena kalau tujuan mereka hanya ke Sang Timur maka itu lumrah”, timpalnya melanjutkan.

“Selang 45 menit, ternyata rombongan yang kemudian saya ketahui berasal dari Gideon internasional tesebut menuju ke SMAN 1 Sumenep. Mereka minta izin bertemu kepsek untuk membagikan secara gratis alkitab”,tutur Ustadz dokter Luthfi.

Beruntung saat itu ,lanjut Lutjfi, para penginjil
tidak sampai berkesempatan Alhamdulillah, kepsek masih menerima tamu dinas sehingga belum bisa ditemui.

“maka terjadilah diskusi singkat saya dg mereka antara lain bapak Yohanes dan bapak Andreas.

Waspadalah
SUMENEP ADALAH INCARAN EMPUK PARA MISSIONARIS KRISTEN

HotNews:  Masterplan Pantai Lombang Diantara Cemara Udang dan Tambak