Kisruh Pengadaan Lampu Hias Dishub Sumenep TA 2013 Berbuntut Panjang

Terbit: 24 Juni 2018 | 22:53 WIB

MADURA EXPOSE (SUMENEP)–Pengakuan mengejutkan banyak pihak yang kerap dilontarkan Subiyakyo alias Yanto yang mengklaim sebagai panitia lelang LPSE pada saat pemenang tender dimenangkan oleh PT. Galang Cipta Utama Sidoarjo, pada tahun 2013 silam.

Dijelaskan Subiyakto, seperti dikutip dalam sesi wawancara sebelumnya, pemang proyek pengadaan lampu hias dilingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep saat itu diduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum pejabat terkait untuk menganulir pemenang proyek dengan cara digantikan kepada salah satu CV lokal yang berdomisili di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Persoalan ini dinilai banyak keganjilan oleh beberapa pihak, karena sampai detik ini tidak pernah terdengar adanya protes maupun rilis di media.

“Ada yang ganjil dalam kasus ini, kenapa sampai detik ini, tidak pernah terdengar adanya protes dari pihak PT yang katanya memenangkan proyek pengadaan lampu hias dishub tahun 2013 itu. Harusnya ada protes dong, ” ungkap Imam Arifin, Ketua Forum Analisis dan Advokasi Anggaran (FA3) kepada Madura Expose, Minggu 24 Juni 2018.

Sementara Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Sumenep, Agus Sutiono, saat dikonfirmasi melalui telpon genggamnya, membenarkan adanya proyek pemasangan lampu hias di Jalan Trunojoyo tahun 2013 itu. Bahkan ia mengaku sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPKo).

Namun ketika dikonfirmasi lebih jauh, terkait adanya dugaan permainan dalam proses tender, termasuk pemenangnya yang diduga didiskualifikasi sepihak, Agus malah menyuruh awak media konfirmasi ke pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Kalau ingin tanya seperti apa prosesnya dan siapa pemenangnya, ya tanya langsung ke ULP Mas, karena itu Ranahnya ULP bukan dinas, biar saya kasik tau jalannya karena ini lelang bukan penunjukan, karena untuk menentukan pemenang dalam lelang itu ada di ULP ranahnya,” ujar Agus melalui telpon genggamnya dengan nada sedikit naik, Senin (28/05) lalu.

(Zan/Fer)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *