Kisruh Inbox SCTV, Terungkap Jika Yayak Kadis Kominfo Ketua Pelaksana

Terbit: 24 November 2016 | 22:17 WIB

MADURAEXPOSE.COM– Sejumlah kalangan menyayangkan kegiatan Inbox SCTV yang digelar selama dua hari di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Sabtu-Minggu, 12-13 Nopember 2016 lalu.

Pasalnya kegiatan tersebut melibatkan ratusan siswa pada saat jam sekolah hingga mereka diliburkan untuk meramaikan acara konser tersebut.

Sejak awal, kegiatan ini dinilai tidak jelas, karena kepanitiaan terkesan disembunyikan. Anehnya lagi, tema yang diusung dalam konser tersebut Visit Sumenep Year 2018, dimana program tersebut merupakan planing dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Sumenep yang sudah dirilis sebelumnya.

“Saya malah tidak dilibatkan dalam acara itu. Maaf saya tidak bisa berkomentar banyak soal itu (inbox SCTV),” terang Sufianto, Kepala Disbudparpora Sumenep kepada Maduraexpose.com.

Sebelumnya, acara inbox tersebut dikabarkan membutuhkan dana sebesar RP 750 juta untuk kegiatan konser dua hari diSumenep. Perantara kegiatan yang disinyalir orang dekat bupati itu kemudian menawarkan acar Inbox SCTV tersebut Kepada Kadisbudparpora namun ditolak.

Event dadakan itu, konon sempat membuat marah Sekda. Menurut sumber MaduraExpose.com yang sangat terpercaya, setelah orang dekat Bupati tersebut pusing tujuh keliling karena ditolak oleh dinas terkait, akhirnya kegiatan tersebut disodorkan kepada Kepala Diskominfo, Yayak Nurwahyudi. Sayangnya yang bersangkutan memilih mengunci mulut saat ditanya hal tersebut.

Usut punya usut, ternyata “biang” terselenggaranya INBOX SCTV yang menuai kecaman dari kalangan Anggota DPRD Sumenep diketuai oleh Yayak Nurwahyudi. Hal itu terbongkar dari keterangan Direktur Bank BPRS Bhakti Sumekar,Novi Sujatmiko melalui pesan singkat yang diterima MaduraExpose.com.

MADURAEXPOSE.COM: Boleh tahu apa kapasitas Yayak Nurwahyudi, Kadis Kominfo dalam inbox SCTV,apa?
Novi Sujatmiko: Sebagai Ketua dalam pelaksana, dalam panitia lokal.

Malah Novi juga membongkar, jika pihaknya yang terpaksa mengeluarkan uang sebesar Rp 250 juta untuk kepentingan acara tersebut.

“250 juta tdk termasuk talent lokal yg disiapkan pihak Sumenep,” paparnya dalam pesan singkat yang diterima MaduraExpose.com. [Ferry Arbania]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

RAHASIA TANEROS

Terbit: 29 Maret 2026 | 18:17 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Di balik deburan ombak Pesisir Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, tersimpan sebuah rahasia geografis yang jarang disadari publik. Pantai Taneros (atau…

Memoles Tuah Janur di Pantai Lombang

Terbit: 27 Maret 2026 | 21:28 WIB SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam mentransformasi tradisi lokal menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah. Melalui penyelenggaraan Festival Ketupat 2026 di Pantai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *