
Di ujung timur Pulau Madura, di antara hembusan angin laut dan bisik cerita dari masa lampau, sebuah misteri masih hidup. Kisah ini tidak tertulis di buku sejarah modern, namun terukir dalam ingatan kolektif masyarakat Sumenep. Ini adalah cerita tentang Kuda Terbang, bukan sekadar hewan ajaib dari dongeng, melainkan sebuah lambang yang terus berputar dalam lingkaran antara mitologi dan fakta.
Suatu malam, di sebuah kedai kopi yang remang di pusat kota Sumenep, RB Muhlis, seorang pemerhati sejarah dengan sorot mata penuh pengetahuan, membuka percakapan. “Kuda terbang ini bukanlah monopoli Sumenep,” ujarnya sambil menyeruput kopinya. “Ia adalah arketipe yang sama dengan Kuda Sembrani dalam mitologi Jawa, atau Pegasus dari Yunani. Sebuah simbol kekuatan, kecepatan, dan kearifan.”
Namun, di Sumenep, legenda ini mengambil bentuk yang lebih personal. Berabad-abad yang lalu, Kuda Terbang dipercaya menjadi tunggangan sakti Jokotole, penguasa legendaris yang memerintah pada abad ke-14. Kisah ini tertulis rapi dalam naskah kuno Babad Songennep karya Werdisastra, sebuah catatan sejarah yang menjadi saksi bisu. Kuda itu disebut-sebut sebagai hadiah dari Adirasa, paman Jokotole yang merupakan seorang pertapa sakti dari tanah Sepuh Dewe.
Seiring berjalannya waktu, sosok kuda ini tidak luntur ditelan zaman. Dalam cerita tutur masyarakat, kuda terbang itu tidak mati, melainkan bertransformasi menjadi “makhluk gaib” atau makhluk halus yang terus menjaga keturunannya. Kisahnya berlanjut, menjadi kendaraan bagi Pangeran Letnan Hamzah dan Raden Ardikusumo, dua anggota keraton Sumenep di masa dinasti terakhir. Kisah ini terus mengalir dari mulut ke mulut, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Tentu saja, tidak semua orang menerima kisah ini begitu saja. Di sisi lain, ada yang menganggap Kuda Terbang hanyalah bualan kelas tinggi, sebuah fantasi yang tak lebih dari khayalan. Namun, RB. Ja’far Shadiq, anggota Tim 5Wali Institute, sebuah komunitas yang fokus mengkaji tokoh-tokoh awal Madura, memiliki pandangan berbeda.
“Cerita rakyat dan sejarah memang seperti minyak dan air, sulit menyatu, dan itu sah-sah saja,” kata Ja’far. “Namun, sengaja menghilangkan cerita ini dalam sejarah adalah kesalahan besar. Di balik mitos, pasti ada unsur filosofis yang mengajarkan banyak hal.”
Misteri ini akhirnya membawa RB. Hairil Anwar, seorang pemerhati sejarah muda, pada sebuah penemuan yang sangat menarik. Ia melakukan penelusuran dan menemukan bukti fisik yang menguatkan legenda ini. Di makam Patih Mangun (Kiai Angabei Mangundireja) dan di dalem (rumah) Pangeran Letnan Hamzah, ia menemukan ukiran-ukiran yang dengan jelas menggambarkan sosok hewan ajaib ini.
“Nah, ini yang menarik,” ujar Hairil dengan mata berbinar. “Se-mitos apa pun sebuah cerita, ia harus digali. Dan ini justru tugas besar kita, para sejarahwan. Menguak jejak fakta di balik bisikan legenda.”
Kisah Kuda Terbang Sumenep mungkin tidak pernah bisa sepenuhnya terjawab. Namun, dari ukiran di batu nisan yang dingin dan cerita yang terus hidup di benak masyarakat, terbukti bahwa legenda ini lebih dari sekadar dongeng. Ia adalah bagian dari identitas, sebuah misteri yang menantang kita untuk terus mencari, dan sebuah simbol yang akan terus terbang di atas tanah Sumenep.



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
