Ilustrasi/net

MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP–Keluarga besar Pondok Pesantren Al Karawi, Karay, Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berduka, karena kehilangan sosok panutan kiai kharismatik.

Sosok kharismatik itu, adalah KH. Bahij bin KH. Ahmad bin KH. Ahmad Dahlan Karay, Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

KH Mahmud, putra nomor 3 almarhum menceritakan, Kiai Bahij meninggal dunia pada pukul 06.00 Waktu Istiwak, Rabu, 08 Juli 2020/16 Dzulqo’da 1441 H.

Diceritakan Kiai Mahmud, abahnya memang dalam beberapa hari terakhir sebelum wafat, masih terus menghadiri berbagai undangan ke luar pesantren. Padahal, kondisi kesehatan fisik sudah mulai menurun. Kiai Bahij, menderita penyakit lambung.

Namun, ketika akan di bawa ke rumah sakit, almarhum tidak mau. Bahkan, saat malam Rabu, sudah disiapkan di Rumah Sakit Surabaya. Tetapi, ketika ke empat putra putri beliau meminta izin untuk membawanya, Kiai Bahij kembali tidak mau.

“Engkok jhe’ kibeh kadeemmah, engkok neng edinnak (Saya jangan dibawa ke mana-mana, saya tetap disini,),” kata Kiai Mahmud menirukan ungkapan almarhum Kiai Bahij.

Kiai Mahmud menambahkan, beberapa hari sebelum wafat memang seakan telah memberikan kode kepada putranya. Bahkan, tak begitu lama sebelum wafat sempat mengatakan kepada putranya bahwa akan segera pulang.

“Engkok la mareh kappi ye, engkok moleah (Sy sudah semua ya, saya mau pulang,” kata kiai Mahmud menirukan kata abahnya.

Kiai Mahmud mengaku heran. Sebab, perkataan bakal segera pulang disampaikan di tempat menerima tamu kepadanya. Waktu itu, sambil meminta tabir disebelah digulung agar bisa melihat pemandangan ke luar.

Kini, kiai, ulama, telah pulang ke ramahtullah. ucapan bela sungkawa dan doa-doa terbaik dipanjatkan untuk mengantar kepergian sang kiai yang selama ini dikenal halus dalam bertutur tersebut.

Semua orang yang pernah tahu dan mengenal beliau semasa hidupnya pada berkirim doa terbaik untuk Kiai Bahij. (*)

Sumber:Karta.co.id