KH Thaifur Ali Wafa Buka-Bukaan Soal Qodha’ Mubrom di Haul Agung ke-7 Kiai Rowi

Terbit: 18 Maret 2024 | 17:22 WIB

Maduraexpose.com- Menurut Kiai Thaifur Ali Wafa dua pengertian panjang umur dengan bersilaturrahmi yaitu terkait dengan Qodha’ Muallaq dan Qodha’ Mubrom.

Qodha’ Muallaq dengan bersilaturrahmi bisa memanjangkan umur, tapi Qodha’ Mubrom tidak bisa dirubah. Pengertian kedua adalah barokah dari umurnya.

“Orang yang bersilaturrahmi ditambah umurnya, itu Qodha’ Muallaq. Ada lagi pengertian lain, yakni umurnya barokah. Artinya walaupun umurnya pendek, dikaruniai barokah oleh Allah SWT, sampai saat ini seakan-akan tidak meninggal dunia. Kita sama-sama tahu, para imam terdahulu seperti Imam Syafi’ie, Imam Ghazali sampai saat ini tetap disebut-sebut dan kitabnya digunakan dan dimanfaatkan, sehingga mereka tetap hidup di tengah-tengah kita” terangnya memulai tausiyah di hadapan ribuan Potoh Rowi di PP Al-Bustan Banyugiri, Guluk-Guluk, Sumenep, Ahad (25/2/2024) lalu.

Ketua Dewan Pembina Kompolan Potoh Kiai Rowi yang juga Pengasuh PP As-Sadad Ambunten itu juga menerangkan silsilahnya yang bersambung kepada Kiai Rowi dan bukti kesalehannya yang keturunannya tetap kompak dan bermanfaat untuk umat.

“Saya al-faqir sebagaimana diterangkan tadi, Thaifur bin Mukammal bin Muharror bin Quddamah bin Rowi bin Syihabuddin dan sudah tidak diketahui di atasnya. Tapi alhamdulillah ini termasuk kesalehan leluhurnya sampai anak cucunya saat ini diadakan haul sampai haul ke-7 masih kompak yang hadir, ini lantaran kesalehan leluhur kita : Kesalehan leluhur berguna untuk keturunannya demikian juga sebaliknya. Tetapi jangan sampai mengandalkan leluhur” sambungnya yang duduk bersebelahan dengan Habib Segaf Hasan Baharun.

Generasi keempat atau generasi paling tinggi yang ada saat ini menambahkan bahwa, leluhur yang akan dihauli sudah mengetahui apa yang direncanakan oleh anak cucunya dalam pelaksanaannya. Selanjutnya beliau juga mengajak bersandar kepada oreng saleh, baik leluhur ataupun mahabbah yang kuat dengan harapan berkumpul kelak di akhirat. (*).

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Ramadan Garut Utara: Cara Imas Aan Ubudiah Mengetuk ‘Pintu Langit’ Lewat Aspirasi Rakyat

Terbit: 19 Maret 2026 | 17:35 WIB Sebuah kolase eksklusif oleh MaduraExpose.com mengenai misi solidaritas Ramadan oleh Imas Aan Ubudiah (Komisi VI DPR RI – PKB) di Garut Utara. Visual…

Di Garut Selatan, Imas Aan Ubudiah “Suntik” Semangat Empat Pilar ke Tim SAJATI

Terbit: 18 Maret 2026 | 13:45 WIB GARUT, MaduraExpose.com – Momentum Ramadan 1447 H menjadi ruang dialektika kebangsaan bagi Anggota DPR RI Komisi VI, Imas Aan Ubudiah. Melalui unggahan terbarunya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *