Ketua STAIN Pamekasan Nyaris Dibunuh Mahasiswa Pengunjuk Rasa

0
1250

Pamekasan (MaduraExpose.com) – Aksi unjuk rasa mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) nyaris terjadi pertumpahan darah sesama almamaternya.

Itu terjadi karena mahasiswa pengunjuk rasa merasa tersinggung dengan tindakan Taufiqurrahman, Ketua STAIN Pamekasan yang bernada ejekan. Mahasiswa menantang ketu STAIN untuk duel carok karena versi mahasiswa, Taufigurrahman telah mencemooh pendemo di kampusnya. Mahasiswa yang sudah mulai emosinya tak terkendali itu hendak menghabisi ketua STAIN. Beruntung upaya penyerangan dapat dihalangi petugas.

Meski sudah dihalang-halangi petugas, mahasiswa tak mau menyerah begitu saja. Mereka mengejar Ketua STAIN dengan menerobos pintu belakang. Kericuhan sempat terjadi karena dipintu belakang petugas berhasil menghalau para pendemo yang hendak menyerang Taufiqurrahman.

Ketegangan terus berlanjut, mahasiswa terus meneriaki Ketua STAIN dan menantangnya dengan carok secara berulang-ulang dengan suara lantang yang menambah kegaduhan kampus makin tak terkendali.
“Penyerangan terhadap Ketua STAIN itu karena sikapnya yang sama sekali tidak mencerminkan sosok pimpinan”, ujar Musyfiq kepada wartawan dengan suara bersungut-sungut penuh emosi.

Menyikapi tingkah mahasiswa STAIN Pamekasan yang tergabung dalam Gerakan Peduli Kampus (GPK) Wakil Ketua II STAIN Pamekasan langsung menyanggupi permintaan mahasiswa pengunjuk rasa, yang menginginkan adanya transparansi anggaran kampus yang selama ini diduga kuat penuh dengan penyelewengan.

“Sementara itu, Wakil Ketua II STAIN Pamekasan, Ahmad Muchlis, menyatakan, pihaknya akan memberikan data yang diminta mahasiswa secara terbuka. Tetapi, pihaknya menyayangkan sikap mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi yang dinilai kurang etis.

“Aspirasi (mahasiswa pengunjuk rasa) tidak mencerminkan etika dan moral, sehingga tidak pantas dilakukan.

Kami siap berikan data yang diinginkan mereka,” janji Ahmad Muchlis, Wakil Ketua II STAIN Pamekasan kepada awak media dengan raut wajah penuh kecewa. (Tim/bbs/fer)