Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) sedang digenjot untuk percepatan perekonomian dan pembangunan di desa. Salah satu caranya yang sedang dilancarkan yakni memberikan pelatihan aplikasi Desa Online sebagai sarana memperkenalkan kondisi dan potensi desa seluruh Indonesia.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pengembangan Penelitian Pelatihan Dan Informasi (Balilatfo) Kemendesa PDTT, M. Nurdin di Jakarta. Kata dia, aplikasi desa online ini yang akan mampu mempercepat desa membangun. Segala informasi tentang desa ada di dalamnya. “Tidak hanya soal proses pembangunan desa, hingga potensi desa, produk unggulan desa yang bisa dipromosikan melalui internet,” ujarnya.

“Kita harus bergerak cepat. Program ini sudah berjalan, dan kita langsung melakukan pelatihan untuk para user (pengguna) di daerah. Untuk tahun 2016 ini, kita persiapkan ada 200 perwakilan desa yang kita latih. Belum lama ini di Balikpapan, Kalimantan Timur. Selanjutnya di Makassar, NTT dan Jawa Barat hingga Papua,” ujar M. Nurdin.

Dengan adanya aplikasi desa berbasis web ini, M. Nurdin mengatakan, desa-desa di Indonesia tak lagi terisolasi dan akan lebih melek tekhnologi. “Karena sudah ada akses informasi untuk memperkenalkan potensi desa secara cepat sampai ke desa lainnya hingga seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sehingga di masa mendatang, aplikasi desa online ini akan mempermudah informasi apapun mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembangunan, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) bisa disampaikan kepada masyarakat desa dan terdokumentasi dengan baik. “Semua apapun yang ingin diketahui masyarakat Indonesia terkait desa, potensi dan lainnya sudah bisa diakses,” ujarnya.

Desa Online regional Kalimantan di laksanakan di kota Balikpapan Kalimantan Timur di ruang rapat bratha hotel megalestari selama 4 hari terhitung tanggal 20 juli s/d 23 juli 2016 (rabu-sabtu) di hadiri oleh perwakilan desa dari regional kalimantan sesuai dengan list 200 desa online di tahun 2016. Acara ini bertemakan ‘’Koordinasi, Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi Desa Online dalam rangka implementasi egovernment di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi’’.

Desa online dengan url http://desa.kemendesa.go.id merupakan produksi Pusat Data dan Informasi Balilatfo untuk mendukung program agenda prioritas Presiden Jokowi Widodo dalam nawacita ketiga yakni Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Dikatakan Kabalilatfo, M. Nurdin, terkait dengan pengembangan aplikasi yang sudah ada sejak tahun 2015 dengan telah di bangun 560 desa, dan di tahun 2016 target ditambah 200 desa. “Maka desa harus benar-benar memanfaatkannya. Semuanya dibutuhkan kemauan dari desa untuk membuat informasi tentang desanya menarik,” ujarnya.

Kepala Pusat Data dan Informasi, Helmiati Nuhung menambahkan, saat pelatihan itu diajarkan mengisi produk unggulan berisikan tentang potensi-potensi dari desa yang dihasilkan oleh warga desa. Karena, kata dia, mereka yang dapat menilai komersil dan dapat mendukung prekonomian warga. “Serta mengisi berbagai konten yakni statistik, perundangan desa serta mengupload foto terbaik dari desanya dengan kajian tulisan yang menarik,” ujarnya.

“Dalam pelatihan ini para penanggung jawab aplikasi memberikan gambaran tentang penggunaan aplikasi Desa Online secara keseluruhan dan memberikan pelatihan terkait dengan berbagai konten. Misalnya, mengisi konten profil desa yang berisikan tentang info penduduk dan batas wilayah. Kemudian, mengisi konten kegiatan desa yang berisikan tentang berbagai kegiatan warga di desa,” ujarnya. (Mutiul)