Mulyadi (33) warga desa Pragaan yang ditemukan tewas di bawah tower diperbatasan Desa Moncek Timur, Kec.Lenteng, Sumenep (Dok/MaduraExpose.com)

Mulyadi (33) warga desa Pragaan yang ditemukan tewas di bawah tower diperbatasan Desa Moncek Timur, Kec.Lenteng, Sumenep (Dok/MaduraExpose.com)
Mulyadi (33) warga desa Pragaan yang ditemukan tewas di bawah tower diperbatasan Desa Moncek Timur, Kec.Lenteng, Sumenep (Dok/MaduraExpose.com)
MaduraExpose.com- Keluarga korban desak Kapolres Sumenep agar segera diungkap pelaku dugaan pembunuhan atas nama mulki, 33, warga Dusun Gunung Putih, Desa Pragaan Daja, Kabupaten Sumenep. Menurutnya pihak keluarga mencurigai bahwa terbunuhnya saudaranya menimbulakan tanda tanya yang besar. Karena pada saat korban ditemukan celana, jaket, dan Henponnya tidak ada di tempat kejadian.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

”Saya sebenarnya timbul tanda Tanya mas, pada saat saudara saya meninggal celana, jaket, dan Henponnya tidak ada, dan juga pada bekas lukanya, itu sangat jelas bukan mati sendiri,” ungkap Lukman saudara sepupu korban saat dikonfirmasi MaduraExpose.com, Selasa.

Pengakuan keluarga korban pada saat korban belum meninggal, sekita malam senin korban di telpon temannya, namun identitasnya tidak diketahui, dan korban tidak memberi tahu pada saat keluar rumah identitas temannya yang menelpon.

”Malam senin masih ada di rumah, pada malam itu ada temannya nelpon ngajak keluar, dia ketemuan diluar sama temannya. Jadi saya tidak tahu teman yang mengajak keluar tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Lukman menuturkan bahwa kematian saudaranya sama sekali tidak wajar, karena pada saat keluar rumah korban pakek celana, dan juga jaket. Ternyata pada saat korban ditemukan jaket dan celananya tidak ada.

”Henponnya juga tidak ada, jadi saya sangat curiga ada unsure kesengajaan dalam pembunuhan saudara saya,” terangnya.

”Apalagi menurut keterangan kepolisian saudara saya tidak dibunuh disana, melaikan ditempat itu sebagai pembuangan, jadi ini sangat jelas bahwa ada oknum pelaku dalam pembunuhan saudara saya. Jadi saya berharap kepada pihak kepolisian agar segera mengungkap para pelaku pembunuhan saudara saya,” tambahnya.

Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko saat dimintai keterangat mengenai proses penangannan kasus tersebut menuturkan bahwa saat ini masih dalam proses penyelidikan.

”Saat ini masih dalam proses penyelidikan, dan kami sudah mengantongi nomor HP yang saat ini masih dicurigai, kami sudah berkorsinasi dengan pihak telkomsel dan juga pihak komonikasi,” terangnya.

(ari/fer)