Kekecewaan Mahasiswa Berujung Pergantian Kepala Bea Cukai Madura

Terbit: 23 Agustus 2025 | 19:48 WIB

PAMEKASAN, MaduraExpose.com — Perjalanan panjang kritik terhadap kinerja Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Madura akhirnya menemui titik terang. Pergantian pucuk pimpinan di institusi tersebut, dari M. Syahirul Alim ke pejabat baru, menjadi sorotan setelah serangkaian aksi protes dan desakan publik.


 

PMII Pamekasan Kecewa, Soroti Lemahnya Pengawasan Rokok Ilegal

 

Pada awal Februari 2025, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan, Homaidi, mengungkapkan kekecewaan mendalamnya terhadap Kepala Bea Cukai Madura saat itu, M. Syahirul Alim. Kekecewaan ini dipicu oleh ketidakhadiran Syahirul dalam audiensi yang telah dijadwalkan, di mana PMII Pamekasan hanya diterima oleh staf humas.

“Kami tidak puas karena hanya diterima oleh staf yang pandangannya normatif,” tegas Homaidi.

Dalam pertemuan tersebut, PMII Pamekasan menyoroti maraknya peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai di Madura. Menurut mereka, fenomena ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menciptakan persaingan tidak sehat yang memukul mundur industri kretek kecil dan menengah yang sudah patuh pada regulasi. Industri lokal ini dinilai sangat strategis karena tidak hanya menyediakan lapangan kerja, tetapi juga menopang rantai pasokan dari petani tembakau hingga pengecer.

PMII Pamekasan mendesak Bea Cukai untuk meningkatkan pengawasan, menindak produsen rokok ilegal, dan menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum. Mereka juga meminta DPR RI, khususnya Komisi XI, untuk turun tangan mengawasi kinerja Bea Cukai secara langsung.


 

Aktivis Sambut Gembira Pencopotan, Sebut Awal Tantangan Baru

 

Beberapa waktu kemudian, kabar pergantian Kepala Bea Cukai Madura pun mencuat. Aktivis Madura, Farid Gaki, menyambut berita ini dengan sukacita. Ia menilai pencopotan M. Syahirul Alim sebagai “angin segar” bagi penegakan hukum di sektor cukai Madura.

“Jujur saya sangat bahagia ketika mendengar kabar, kalau Kepala Bea Cukai Madura diganti,” ujar Farid.

Farid Gaki secara terbuka mengkritik kepemimpinan Syahirul Alim yang dinilainya membiarkan praktik-praktik pelanggaran merajalela, termasuk menjamurnya produksi rokok ilegal dan mafia pita cukai. Ia menyebut, ada ratusan perusahaan rokok ilegal yang sengaja dibiarkan.

Meskipun demikian, Farid mengingatkan bahwa pergantian ini bukanlah akhir dari masalah. Justru, ini menjadi babak baru bagi pejabat baru untuk membuktikan keberaniannya. Ia menantang Kepala Bea Cukai yang baru untuk memiliki “nyali lebih besar” dalam memberantas para mafia rokok dan pita cukai, terutama di Pamekasan yang menjadi pusat Bea Cukai Madura.

“Saya menunggu aksi tegas dan beranimu, Bapak Kepala Bea Cukai Madura yang baru,” pungkas Farid. [dbs/jak/rri/gim]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *