
Sumenep (Maduraexpose.com)- Ambisi Bupati Sumenep A.Busyro Karim untuk membangun Bandara di Pulau Kangean oleh sebagian kalangan dinilai over acting, karena dinilai kurang menyentuh terhadap kebutuhan primer masyarakat kepulauan.
“Dari dulu yang diinginkan masyarakat kepulauan itu terpasangnya jaringan penerangan PLN bukan bandara pesawat terbang maupun perintis. Bagaimana ekonomi bisa maju, jika listrik saja sangat terbatas”, ujar Tedy Muhtadi, pengamat kebijakan pemerintah dari Sumekar Network, Senin 21 September 2015.
Hal senada juga disampaikan Mohammad Kayyis AR, Koordinator Wilayah Front Pemuda Madura Kepulauan (Koorwil FP MK) Malang asal Kepulauan Sumenep. Menurutnya, selama 5 tahun kepemimpinan Busyro Karim-Soengkono Sidik (Abussidik) banyak penduduk harus gigit jari lantaran tidak bisa menikmati layanan aliran listrik 24 jam. Pihaknya menilai Pemerintahan AbusSidik tidak serius mengurusi pemasangan instalasi listrik PLN di daerah kepulauan.
“Di Pulau Gili Raja misalnya, tahun 2014 silam sudah dilakukan sosialisasi pemasangan 200 tiang listrik di masing-masing desa. Tapi kenyataannya, sampai detik ini tidak terwujud. Kami benar-benar kecewa”, ungkapnya kepada Maduraexpose.com.
Ketidak seriusan pemerintah era Busyro-Soengkono ini, lanjutnya, patut disayangkan bersama. Mengingat daerah kepulauan, sejauh ini memberikan kontribusi kas daerah yang sangat besar melalui pengerukan migas disejumlah titik
“Ini sebetulnya bermuara pada lemahnya komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menyikapi aspirasi masyarakat kepulauan yang menuntut pengadaan listrik secepatnya. Padahal desakan masyarakat ini sudah lama disampaikan kepada pemerintah,” tutur Kayyis dalam rilisnya yang diterima Maduraexpose.com.
Sebelumnya, Busyro Karim bilang,Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep menyediakan anggaran sebesar Rp 18 milliar untuk Pembangunan Bandara di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean. Dana tersebut akan digunakan untuk landasan pacu (runway) pesawat.
Namun sayangnya, pembangunan tidak bisa diwujudkan tahun ini, karena terkendala dengan perijinan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang dinilai lamban hingga menjelang akhir tahun.
“maka dengan sangat menyesal, pembangunan landasan pacu ditunda tahun depan,” , dalih Bupati Busyro Karim kepada awak media.
FERRY ARBANIA|MADURA EXPOSE



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
