Kayyis: Rezim Busyro Karim ‘Tak Serius’ Urus PLN Kepulauan

0
895
Bupati Busyro saat peresmian penerbangan perdana Susi Air di Bandara Trunojoyo Sumenep (Foto:Ferry Arbania/Maduraexpose.com)

Sumenep (Maduraexpose.com)- Ambisi Bupati Sumenep A.Busyro Karim untuk membangun Bandara di Pulau Kangean oleh sebagian kalangan dinilai over acting, karena dinilai kurang menyentuh terhadap kebutuhan primer masyarakat kepulauan.

“Dari dulu yang diinginkan masyarakat kepulauan itu terpasangnya jaringan penerangan PLN bukan bandara pesawat terbang maupun perintis. Bagaimana ekonomi bisa maju, jika listrik saja sangat terbatas”, ujar Tedy Muhtadi, pengamat kebijakan pemerintah dari Sumekar Network, Senin 21 September 2015.

Hal senada juga disampaikan Mohammad Kayyis AR, Koordinator Wilayah Front Pemuda Madura Kepulauan (Koorwil FP MK) Malang asal Kepulauan Sumenep. Menurutnya, selama 5 tahun kepemimpinan Busyro Karim-Soengkono Sidik (Abussidik) banyak penduduk harus gigit jari lantaran tidak bisa menikmati layanan aliran listrik 24 jam. Pihaknya menilai Pemerintahan AbusSidik tidak serius mengurusi pemasangan instalasi listrik PLN di daerah kepulauan.

“Di Pulau Gili Raja misalnya, tahun 2014 silam sudah dilakukan sosialisasi pemasangan 200 tiang listrik di masing-masing desa. Tapi kenyataannya, sampai detik ini tidak terwujud. Kami benar-benar kecewa”, ungkapnya kepada Maduraexpose.com.

Ketidak seriusan pemerintah era Busyro-Soengkono ini, lanjutnya, patut disayangkan bersama. Mengingat daerah kepulauan, sejauh ini memberikan kontribusi kas daerah yang sangat besar melalui pengerukan migas disejumlah titik

“Ini sebetulnya bermuara pada lemahnya komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menyikapi aspirasi masyarakat kepulauan yang menuntut pengadaan listrik secepatnya. Padahal desakan masyarakat ini sudah lama disampaikan kepada pemerintah,” tutur Kayyis dalam rilisnya yang diterima Maduraexpose.com.

Sebelumnya, Busyro Karim bilang,Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep menyediakan anggaran sebesar Rp 18 milliar untuk Pembangunan Bandara di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean. Dana tersebut akan digunakan untuk landasan pacu (runway) pesawat.

Namun sayangnya, pembangunan tidak bisa diwujudkan tahun ini, karena terkendala dengan perijinan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang dinilai lamban hingga menjelang akhir tahun.

“maka dengan sangat menyesal, pembangunan landasan pacu ditunda tahun depan,” , dalih Bupati Busyro Karim kepada awak media.

FERRY ARBANIA|MADURA EXPOSE