Kartunis Ejek Jokowi, Zulhas: Itu Kurang Ajar!

Terbit: 26 Februari 2018 | 00:27 WIB

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengutuk keras tindakan seorang kartunis yang menggambarkan Presiden Joko Widodo sebagai peminta-minta proyek.

Ahh Itu kurang ajar tuh, kurang ajar tuh bilang. Iya ya kurang ajar,” ujarnya saat ditemui di Komplek Perumahan DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/2)

Komik ini diposting OnanHiroshi di akun twitternya, @hiroshionan. Unggahan Hiroshion ini diunggah dalam dua bagian. Unggahan pertama pada 20 Februari 2018 kemarin, yang kedua pada 23 Februari 2018.

Caption postingan itu ditulis dalam bahasa Jepang yang artinya, “Kereta Cepat Pengemis.”

Komik itu menggambarkan bagaimana hubungan Jokowi dan pemerintah Cina serta Jepang dalam pembangunan proyek yang groundbreaking dilakukan Januari 2016 itu.

Dari gambar yang di postingnya Jokowi digambarkan dengan tubuh membungkuk setengah bersimpuh, tangan Jokowi memegang PM Abe untuk memohon agar Jepang mau mengambil alih proyek kereta cepat dari China. PM Abe digambarkan diam seribu bahasa, tak mau meladeni permohonan Jo

twitter
karya Komikus Onan Hiroshi
kowi.

Sementara di samping PM Abe, terdapat tiga warga Jepang yang marah melempari Jokowi memakai batu. Ketiga orang itu juga digambarkan mengejek Jokowi sebagai pengemis. Postingan OnanHiroshi tersebut pun mendapat berbagai komentar dari warganet.

[sam/rmol]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *