Kapal Cepat Terbalik, Empat Orang Tewas

0
649

MADURA EXPOSE—Kapal cepat (speed boat) “Indo Kapuas Express” yang membawa 42 penumpang menabrak balok kayu dan terbalik di Sungai Kapuas Kalimantan Barat, dalam perjalanan dari dermaga Pinang Luar Kecamatan Kubu menuju Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu (13/12).

Akibat kecelakaan tersebut, empat penumpang tewas, masing-masing Sahara, 38 tahun, Nuriamah, 3 tahun, Siti Kamelia, 4 tahun, dan Alwan, 7 bulan. Sedangkan 18 penumpang lainnya masih dalam pencarian.

Menurut seorang penumpang yang selamat, Lufti, kepada Antara, kapal cepat yang dikemudikan Udin dan kernet Lukas itu berangkat dari dermaga Desa Pinang Luar, sekitar pukul 07.40 WIB.

Kapal itu sebenarnya berkapasitas penumpang maksimal 39 orang, namun saat kejadian dimuati 42 penumpang, termasuk pengemudi dan kernet.

“Saat di tengah jalan, sekitar perairan Olak-olak Pinang, Desa Kampung Baru, Kecamatan Kubu, speed boat tersebut menabrak kayu balok yang mengapung di sungai. Kayunya panjang sekitar 1 meter, sehingga speed tidak bisa mengelak,” tutur Lufti.

Akibatnya, kapal cepat itu berputar lalu oleng dan tenggelam secara perlahan. Seluruh penumpang di dalam kapal cepat itu panik sambil berteriak-teriak histeris.

“Saya sempat mendengar ada yang berteriak ‘Allahu Akbar’, sementara yang lainnya ada yang menangis, saat speed boat kami akan tenggelam. Saya dan beberapa penumpang lainnya berusaha untuk keluar dari spead boat dan mencoba berenang ke tepi sungai,” tuturnya.

Namun, lanjutnya, beberapa penumpang lainnya, terutama anak-anak tidak bisa berenang dan tenggelam.

“Saya tidak bisa berbuat banyak karena panik, dan akhirnya berenang ke tepi dan menunggu pertolongan,” katanya.

Sampai berita ini diturunkan, jumlah penumpang yang masih belum ditemukan sebanyak tujuh orang, dan masih dalam tahap pencarian oleh tim Basarnas Kalbar.

Di tempat terpisah, pemilik kapal cepat itu, Tambok Silitonga, menyangkal jika speed boat miliknya kelebihan muatan, karena bagi tiga penumpang yang lebih disediakan bangku cadangan, sehingga masih dalam kapasitas tampung kapal cepat itu.

“Saya juga masih belum terlalu jelas mengenai kronologi kejadiannya, karena pengemudi dan kernetnya sampai sekarang masih diperiksa di Polsek Kubu,” katanya.

Kepala Cabang Jasa Raharja Kalimantan Barat Nasir Obet mengatakan, pihaknya akan menanggung semua asuransi dari para penumpang yang menjadi korban kecelakaan kapal cepat tersebut.

“Untuk penumpang yang luka, akan kita tanggung biaya perawatannya, demikian untuk korban meninggal, akan kita beri santunan, sesuai dengan ketetapan yang ada,” katanya.

(Gatra)