Ist.Korupsi DAK Sekolah Dinas Pendidikan (Istimewa)

Sumenep, MaduraExpose.com- Kang Nur, salah satu tokoh masyarakat di Kabupaten Sumenep mengajak para pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat agar menerapkan budaya malu untuk melakukan tindakan yang melawan hukum seperti korupsi, kolusi dan nepotisme.
Seruan Aktivis Ansor Sumenep ini disampaikan sebagai rasa prihatin, karena Disdik satu-satuya dinas yang berhubungan langsung dengan masalah moral dan pendidikan. Banyaknya dugaan koruspi ditubuh Disdik sejak beberapa tahun terakhir patut disayangkan dan harus disikapi seirus oleh seluruh pihak terkait.

“Coba liat catatan merah Disdik Sumenep mulai kasus pemberian tunjangan struktural kepada 18 pejabat yang disinyalir penuh korupsi dan kasusnya pernah ditangani Kejari pada tahun 2008.Indikasinya merugikan negara Rp 200 juta.Tunjangan struktural sebesar Rp 490 ribu per bulan itu sih kasus lama berdasarkan struktur organisasi (SO) sebelum 2006.Padahal saat SO nya waktu itu mengalami perubahan”, ujarnya mengingatkan.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Rangkain kasus di tubuh Disdik Sumenep, lanjut Nur, dari tahun ketahun seperti tak bisa dibendung dan satu persatu terangkat kepermukaan.

“Tahun 2010 misalanya, Disdik Sumenep diguncang dengan dugaan kasus korupsi DAK alat peraga SD tahun anggaran 2010 sebesar Rp 4,6 miliar. Kasus ini langsung ditangani Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep yang langsung memeriksa Achmad Masuni, mantan Kadisdik yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana atau BPMP dan KB”, imbuh Kang Nur mengingatkan.

Berikutnya, lanjut Kang Nur, jelang akhir tahun 2014, sejumlah aktivis Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya) mendatangi kantor Dinas Pendidikan Sumenep dengan menggelar aksi unjuk rasa meminta pertanggungjawaban Disdik, terkait realisasi dana anggaran khusus (DAK) 2013 di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bluto dan Pragaan, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Kami sepenuhnya mendukung penuh gerakan adik-adik mahasiswa yang tergabung Mahasurya untuk terus mengawal kasus DAK itu hingga terungkap siapa yang jadi biang korupsi di kantor Disdik Sumenep”, pungkasnya.

(bbs/mex/fer)