
MADURAEXPOSE.COM – Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma kaget ketika melihat kaus bertuliskan Jadi Presiden Itu Berat Biar Jokowi Saja yang diserahkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto kepada budayawan Jaya Suprana.
Menurut Lieus, jika menjadi presiden berat harusnya PDIP mengganti Jokowi dengan kader lain.
“Kasihan pak Jokowi. Kalau PDIP tahu jadi presiden itu berat, mestinya mereka cari kader yang lebih kuat untuk memikul beban sebagai presiden,” kata Lieus saat dihubungi, Kamis (17/5).
Lieus mengaku tidak tahu alasan PDIP tetap mempertahankan Pak Jokowi untuk tetap maju sebagai Presiden RI. Yang jelas, kata dia, selama pak Jokowi menjabat presiden ada banyak peristiwa yang membuat rakyat terbelah.
“Memang ada prestasi yang dicapai Pak Jokowi, namun tak sedikit pula rakyat yang kecewa. Pasalnya ada sangat banyak janji kampanye pak Jokowi yang belum dilaksanakan selama ia menjabat sebagai Presiden,” katanya.
Karena itulah, tambah Lieus, sebagai orang yang sebelum mendukung pencalonan Pak Jokowi, ia merasa kasihan kalau pak Jokowi terus dipaksa untuk jadi Presiden.
“Bisa-bisa tambah kurus nanti beliau,” ujar Lieus.
Lieus mengaku dirinya dan Jaya pihak yang mendukung Jokowi. Ia juga sudah menyampaikan penilaiannyan terhadap Jokowi kepada Jaya.
Menurut Lieus, semasa menjabat Walikota Solo Jokowi sudah mencatat prestasi yang bagus. Namun untuk menjadi presiden sangatlah berat.
“Jangan mentang-mentang Pak Jokowi petugas partai, maka dia dipaksa untuk terus memikul beban yang diluar batas kemampuannya. Kasihan beliau,” ujar Lieus.
Lebih lanjut Lieus menyebut, indikasi dari beban berat yang tak kuat dipikul Jokowi itu bisa dilihat dari tantangannya yang meminta pembantunya, Menkeu Sri Mulyani, untuk berdebat dengan para ekonomi soal utang luar negeri RI.
Bahkan Forum Rakyat, kata Lieus lagi, sudah siap untuk memfasilitasi debat tersebut. Forum Rakyat sudah menyampaikan undangan resmi kepada Sri Mulyani. Tapi sampai kini Sri tidak memberi jawaban.
“Itu bukti kecil bahwa Pak Jokowi tak kuat membawa beban berat yang dipikulkan ke pundaknya. Faktanya, jangankan menjawab tantangan itu, Sri Mulyani bahkan tak menghiraukannya. Padahal presiden sendiri yang melontarkan tantangan tersebut,” kata Lieus.
Oleh karena itulah Lieus berharap PDIP tidak terlalu ngotot mencalonkan kembali Pak Jokowi sebagai Presiden.
Ia yakin di tubuh PDIP ada banyak kader partai yang lebih kuat untuk memikul beban berat sebagai presiden.
Biarlah pak Jokowi, tambah Lieus lagi, pamit kepada rakyat dengan meninggalkan prestasi baik yang sudah dicapainya selama menjabat sebagai walikota Solo, Gubernur Jakarta dan Presiden saat ini.
“Jangan lagi beban berat itu dipikulkan kepadanya untuk masa lima tahun lagi,” pungkasnya.
(era/kk/rm)





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)