maduraexpose.com

 


SyiarExpose

K.H. Thoifur Ali Wafa: Mutiara Ilmu Madura, Alim Produktif dengan Puluhan Karya Arab

245
×

K.H. Thoifur Ali Wafa: Mutiara Ilmu Madura, Alim Produktif dengan Puluhan Karya Arab

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

K.H. Thoifur Ali Wafa juga aktif sebagai Ketua Dewan Pembina Kompolan Pengurus Potoh Kiai Muhammad Rowi (Kaprowi). Kaprowi adalah sebuah organisasi atau perkumpulan yang memiliki peran penting dalam melestarikan warisan dan meneladani perjuangan Kiai Muhammad Rowi, salah satu ulama kharismatik yang dihormati di Madura. [dok. Ferry Arbania/MaduraExpose]

K.H. Thoifur Ali Wafa al-Muduri adalah salah satu ulama kontemporer dari Madura yang dikenal luas sebagai sosok alim produktif dan pewaris tradisi keilmuan pesantren yang kental. Beliau tidak hanya memimpin lembaga pendidikan Islam, tetapi juga meninggalkan warisan intelektual berupa puluhan karya kitab berbahasa Arab yang sangat diakui.

 

 



 

Biografi Singkat dan Latar Belakang Keilmuan

 

K.H. Thoifur Ali Wafa lahir pada tahun 1964 M (20 Sya’ban 1384 H) di Ambunten, Sumenep, Madura, dalam lingkungan keluarga ulama. Ayah beliau, Kiai Ali Wafa Muharror, adalah seorang ulama tersohor dan dikenal sebagai mursyid Thariqah Naqsabandiyah Mudzhariyah, yang sangat memengaruhi tradisi keilmuan dan spiritual Kiai Thoifur.

 

Perjalanan Pendidikan:

 

Kiai Thoifur menempuh pendidikan di berbagai pesantren terkemuka, di antaranya:

  1. Pesantren Sidogiri: Di pesantren ini, beliau belajar langsung kepada ulama besar seperti Kiai Abdullah Salil Kholil, mempelajari kitab-kitab induk seperti Shahih Bukhari, Asymani Syarah Al-Fiyah, dan berbagai kitab Fiqih serta Logika (Mantiq).
  2. Mekkah Al-Mukarramah: Beliau melanjutkan studinya di Mekkah selama tujuh tahun, di mana beliau berguru kepada ulama besar dari Yaman, Syaikh Ismail Zain, dan bahkan sempat dipercaya menjadi sekretaris pribadi beliau selama bertahun-tahun. Jaringan keilmuan yang kuat dengan ulama Mekkah inilah yang semakin mematangkan ilmu beliau.

 

Kini, K.H. Thoifur Ali Wafa memimpin Pondok Pesantren As-Sadad, Ambunten, Sumenep, dan juga dipercaya sebagai Mursyid Thariqah Naqsabandiyah.


 

 

Produktivitas Intelektual: Mengarang Sebelum Baligh

 

Julukan “alim produktif” sangat melekat pada Kiai Thoifur. Hingga saat ini, beliau telah berhasil menulis lebih dari 40 karya kitab berbahasa Arab, yang mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari Fiqih, Tafsir, Tasawuf, hingga Nahwu (Gramatika Arab).

 

 

Hebatnya, bakat menulis beliau sudah terlihat sejak usia dini, sebelum menginjak usia baligh. Pada masa itu, beliau sudah mencoba me-nadhom-kan (membuat syair) kitab Jurumiyah, meskipun belum sempat menyelesaikannya. Tindakan ini menunjukkan kedalaman kecintaan dan penguasaan beliau terhadap ilmu alat (Nahwu/Gramatika Arab) sejak kecil.

 

 

Karya-karya Fenomenal (Magnum Opus) Beliau, antara lain:

Bidang Ilmu Contoh Judul Kitab Keterangan
Tafsir Firdaus an-Na’im Kitab tafsir Al-Qur’an 30 Juz lengkap yang terdiri dari 6 jilid, menjadikannya salah satu mufasir kontemporer Nusantara.
Fiqih Misaanul Lasyif Syarh Mathnil Syarif Syarah (penjelasan) terhadap Matan Syarif karya Syaikhona Kholil Bangkalan. Kitab ini terkenal tebal (lebih dari seribu halaman) dan diakui memiliki aroma Fiqih klasik.
Fiqih Bulghah At-Thullab Kitab yang menganalisis hukum Islam dalam pemikiran ulama Madura dengan nuansa klasik.
Ulumul Qur’an Al-Raud al-Nadhir Syarh Qaul al-Munir Kitab yang membahas tentang ilmu-ilmu Al-Qur’an (Ulumut Tafsir).

 

 

Karya-karya beliau tidak hanya berfungsi sebagai bahan ajar di pesantren yang beliau asuh, tetapi juga menjadi rujukan di kalangan santri dan ulama di Indonesia.


 

Kiprah Keorganisasian: Ketua Dewan Pembina KAPROWI

 

Selain kesibukannya dalam mengarang dan mengasuh pesantren, K.H. Thoifur Ali Wafa juga aktif dalam upaya melestarikan dan menguatkan tradisi keilmuan ulama Nusantara.

 

 

Saat ini, beliau dipercaya sebagai Ketua Dewan Pembina Kompolan Pengurus Potoh Kiai Muhammad Rowi (Kaprowi). Kaprowi adalah sebuah organisasi atau perkumpulan yang memiliki peran penting dalam melestarikan warisan dan meneladani perjuangan Kiai Muhammad Rowi, salah satu ulama kharismatik yang dihormati di Madura.

 

 

Keterlibatan beliau sebagai Ketua Dewan Pembina Kaprowi menegaskan peran beliau sebagai penopang utama dalam menjaga sanad keilmuan, spiritualitas, dan tradisi keagamaan yang lurus di Madura, sekaligus menunjukkan penghormatan beliau terhadap para pendahulu yang telah menancapkan fondasi ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah di wilayah tersebut.

 

 

K.H. Thoifur Ali Wafa adalah teladan nyata dari seorang ulama yang berhasil menggabungkan kedalaman ilmu, produktivitas menulis, dan komitmen dalam pengabdian kepada umat, menjadikannya mutiara ilmu yang sangat berharga bagi Indonesia.

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


SyiarExpose

Views: 243 Cahaya Munajat di Sepertiga Malam Terakhir: Menemukan Hakikat Kedekatan Ilahi (Perspektif Tasawwuf Ahlussunnah Wal Jamaah) MaduraExpose.com– Dalam ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah, setiap waktu memiliki keberkahan, namun ada waktu-waktu…

---Exposiana----

---***---