Oleh: Luthfiadi, Wartawan MaduraExpose.Com

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Keunikan yang dimiliki kota Pamekasan dari beberapa kota lainnya dimadura seperti kota Gerbang Salam ( Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami), Kota Pendidikan dan kota Berterman, saat ini hanyalah tinggal kenangan dan tinggal sebuah Nama.

Pamekasan dengan Jargon Kota Gerbang Salam banyak mendapatkan Apresiasi dari berbagai kalangan diseluruh antero dunia seperti Malaysia,singapur,Hongkong dan daerah lainnya, karna dengan lahirnya Jargon Gerbang Salam di Pamekasan,mendapatkan tanggapan serius dari kepemerintahan, sampai melahirkan Perda yang mengatur usaha-usaha di Pamekasan untuk meminimalisir banyaknya asusila di Pamekasan,seperti salah satunya mengatur Perda tentang Perhotelan dan larangan menjual minuman keras (MIRAS), dan lembaga yang dengan semangat merealisasikan Jargon tersebut dari Lembaga Pengkajian dan Penerapan Syariat Islam (LP2SI).

Selanjutnya Pamekasan Kota Pendidikan, Icon tersebut bermula dari palinh banyaknya Lembaga Pendidikan dari 4 kabupaten dimadura, dan meraih penghargaan dari pemerintah terhadap meningkatnya kemajuan pendidikan pada tahun selanjutnya.

Dan yang terakhir Pamekasan adalah kota Berteman ( Bersih,Tertib dan Aman),Julukan tersebut tidak terlalu terkenal seperti Gerbang Salam dikarenakan tingkat realisasinya tidak terlalu serius dalam penanganan Pemerintah Pamekasan.

Namun dari 3 Jargon atau Icon Seperti GERBANGSALAM,PENDIDIKAN,Dan BERTEMAN,saat ini hanyalah tinggal kenangan dan Tinggal nama, terbukti dari banyaknya permasalahan dan polemik yang kontra terhadap keberadaan Tiga jargon tersebut, GERBANG SALAM saat ini tercemari oleh banyaknya tempat yang melanggar Syariat Islam seperti Banyaknya tempat Hiburan Karaoke dan gerbong Miras serta banyaknya kos dan hotel yang bebas yang sampai saat ini tidak jelas idzin dan tindakannya.

selain itu Pamekasan yang dikenal sebagai kota Pendidikan saat ini terbukti banyaknya pemuda-pemudi pengangguran yang sangat buta terhadap pendidikan dikarenakan kurangnya biaya untuk menempuh pendidikan kejenjang yang lebih tinggi hingga memilih merantau keluar Negeri untuk bekerja menyambung hidup keluarga.

Dan yang sangat miris adalah jargon BERTEMAN, yang sampai saat ini tidak pernah mendapatkan penanganan serius dari pemerintah, padahal aset atau PAD yang besar akan dimiliki Pamekasan, Apabila Icon tersebut di indahkan, terbukti banyaknya tempat hiburan atau Pariwisata yang hanya indah di media masa, sehingga banyak membuat pengunjung kecewa dari luar daerah kecewa karena tidak nampak seperti di Gambar saat di expose oleh media massa, tempat hiburan/pariwisata tersebut seperti (Wisata Talang Siring),yang kondisinya tidak jelas dan amburadul serta Gelap Gulita saat malam hari, sehingga tidak nampak keberadaannya,selanjutnya (wisata Pantai Jumiang), Keindahan Bukit dan Pantainya yang menakjubkan hanya menjadi pembohongan publik bagi para pengunjung, karna keberadaannya tidak seperti yang ada dibenak pengunjung karna selain tidak terawat juga membuat pengunjung kecewa,dan banyak tempat wisata lainnya seperti Api tak kunjung Padam,Bukit Cinta,Bukit Brukoh,Air Terjun dan Maha Waru yang terdengar wah di mata masyarakat luar daerah seperti di Malaysia yang mendapat ajungan Jempol tapi sayangnya hal tersebut tidak sesuai dengan yang mereka kagumi.[*]