
MADURAEXPOSE.COM– Wanita cantik yang sekarang sudah menjanda lantaran ditinggal mati Moh. Anwar (36) suaminya, kembali mempertanyakan kelanjutan penyelidikan pembunuh suaminya.
Hal itu dilakukan, karena sampai saat ini polisi belum menginformasikan hasil penyelidikannya, terkait kasus pembunuhan Moh. Anwar, salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Dinas Perindustrian dan Peradagangan Sumenep.
“Kedatangan kami ke sini, sudah yang ke sekian kalinya mas. Tapi hingga saat ini belum ada perkembangan yang signifikan, terkait pembunuh suami saya. Padahal kasusnya sudah 10 bulan mas,” kata Yuliani, yang Nofita Sari Pratiwi (9), anak semata wayangnya.
Sementara kedatangan mereka, ditemuai langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Muh. Nur Amin beserta jajarannya. Pertemuan antara istri korban pembunuhan dengan petugas kepolisian tersebut, dilakukan secara tertutup, kurang lebih sekitar 3 jam.
Namun begitu, Yuliani mengaku belum ada titik terang terkait motif, maupun pembunuh suaminya. Bahkan wanita cantik yang saat ini sudah menjadi itu, menyindir kinerja petugas kepolisian, yang terkesan lamban mengungkap motif pembunuhan suaminya.
“Tim penyidik mengaku kesulitan untuk mencari saksi-saksi. Makanya hari ini kami datang lagi ke sini, untuk memberikan kesaksian tambahan, untuk mempermudah penyelidikan petugas. Dengan begini, kami harap petugas dapat dengan segera mengungkap kasus ini, dan menemukan pelakunya,” harapnya.
Sementara Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Hasanuddin, saat dimintai konfirmasi wartawan mengatakan, jika penanganan kasus pembunuhan Moh. Anwar, terus jalan.
Saat ini pihaknya mengaku sedang mengumpulkan bukti-bukti, serta memeriksa sejumlah saksi.
“Dari keterangan saksi tidak satupun yang mengarah kepada pelaku. Sehingga kami masih akan mengumpulkan bukti-bukti lagi,” ujarnya.
Untuk diketahui, sebelum terjadi pembuhan, korban pamit pada istrinya, Senin (14/3/2016) malam untuk membentuk kepanitiaan penerimaan mahasiswa baru di kampusnya, karena korban menjadi PNS menggunakan ijazah SMA, sehingga perlu melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.
Namun, hingga dini hari, korban tidak pulang. Padahal saat dihubungi, nomor handphone korban masih aktif hingga pukul 03.00 WIB. Tapi sudah tidak diangkat. (edy/din/fer)

![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)




![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)