Irwan Hayat Politisi F-PKB DPRD Sumenep “Ogah” Bupati Kiai

0
1078

MaduraExpose.com,Sumenep–Menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sumenep, sejumlah tokoh mulai bermunculan. Namun, politisi muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut pembangunan Sumenep kedepan khususnya di sektor pariwisata tidak butuh figur kiai.

“Karena kebutuhan di Sumenep ini tidak semata-mata dari sisi aspek religi dan budaya, tapi bagaimana kemudian pembangunan disegala aspek, disegala sektor itu bisa terakomodir oleh tokoh yang punya kapasitas,” tegas Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kabupaten Sumenep, Irwan Hayat

Irwan Hayat mencontohkan, pemberdayaan sektor wisata. Sektor itu, lanjutnya, masih terletak pada level simbol, masih belum sampai pada level tekhnis, strategi, promosi, pemasaran, dan lain sebagainya. Ini masih belum sampai. Dan ini dibutuhkan kapasitas yang benar-benar mumpuni dibidang ini.

“Katakanlah misalnya, bicara mengenai persoalan pariwisata, tidak mungkin bisa maju jika masih dibenturkan dengan persoalan budaya dan agama, karena ini kan dua ruang yang berbeda,” tandas anggota Komisi I DPRD Sumenep.

Makanya kemudian, kata Irwan Hayat, sosok yang mampu membuat terobosan baru itu adalah tokoh-tokoh pemuda yang memiliki mentalitas dan mampu membuat arah kebijakan, yang itu dianggap mungkin unik dan berani.

“Kita butuh terobosan itu. Kalau masih mengambil sosok Kiai, mohon maaf bukan kemudian lantas kita menafikan kelompok kiai, tetapi sampai hari ini saya melihat masih belum ada terobosan yang berani untuk dilakukan dalam konteks pembebasan,”.

“Contoh pemilihan icon kabupaten, kita kalah dengan Pamekasan, Pamekasan ngambil sebagai kota batik, kita ngambil sebagai kota keris. Kalau misalkan kota keris, apa langkah kongkritnya sebagai kota keris, tidak semua wilayah di Sunenep kan bisa,” terangnya.

Menurut Irwan Hayat, kabupaten Pamekasan mampu mengambil icon kota batik, sehingga branding batik luar biasa, sampai ke mobil dinasnya dibranding batik. Jadi semua desa itu memiliki potensi dan mereka berpacu, berkompetisi memajukan potensi yang dimiliki.

“Kalau kota keris, apa yang kemudian (bisa) dibanggakan, implementasi gerakannya dari kota keris itu apa,” tegasnya penuh tanda tanya. (*/kar/bus)