maduraexpose.com

 


EXPOSE MALAM

Ironi di Balik Bilik Hotel: Demi Nafkah Empat Yatim, Perempuan Sumenep Terjerat Prostitusi dan Dijanjikan Pernikahan

535
×

Ironi di Balik Bilik Hotel: Demi Nafkah Empat Yatim, Perempuan Sumenep Terjerat Prostitusi dan Dijanjikan Pernikahan

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

Penampakan RR warga Desa Pagar Batu, Kecamatan Saronggi, Sumenep dan AD warga Desa Poteran, Pulau Poteran, Kecamatan Talango, diamankan Satpol PP Sumenep.

SUMENEP – Kisah pilu dan ironi kembali mencuat dari balik tirai hotel-hotel di Sumenep. Alih-alih merayakan janji suci, seorang perempuan berinisial RR, warga Desa Pagar Batu, Kecamatan Saronggi, justru harus berhadapan dengan petugas Satpol PP untuk keempat kalinya, terjerat dalam lingkaran kelam prostitusi.

 

 


Penangkapan dramatis ini terjadi saat Satpol PP Kabupaten Sumenep menggelar razia penertiban di sejumlah tempat kos dan hotel, Senin (11/3/2019). RR tertangkap basah bersama pasangannya, AD, warga Desa Poteran, Kecamatan Talango, tengah asyik bercumbu mesra di kamar hotel.

 

Jeratan Keempat dan Pengakuan Pedih

 

Kepala Bidang Ketentraman, Penertiban Umum dan Lintas Masyarakat Dinas Satpol PP Sumenep, Fajar Santoso, mengonfirmasi penangkapan pasangan yang bukan muhrim tersebut. Namun, fokus keprihatinan tertuju pada RR.

“Saat kami lakukan razia, terdapat pasangan bukan suami istri berada di dalam hotel. Pada saat itu, mereka sedang asyik bercumbu mesra,” terang Fajar Santoso.

Dalam pemeriksaan, terungkap pengakuan yang merobek hati. RR mengaku terpaksa menjual dirinya dengan tarif antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu sekali kencan. Yang lebih menyedihkan, RR bukanlah sosok asing bagi petugas; ia sudah empat kali tertangkap basah melayani pria hidung belang.

“Si wanita memang tidak asing bagi kami, karena selalu terjaring razia. Bahkan, ini sudah ke empat kalinya tertangkap saat melayani lelaki hidung belang,” tandas Fajar.

 

Menjual Harga Diri Demi Empat Anak Yatim

 

Alasan di balik pekerjaan haram yang dilakoni RR sungguh mengiris hati: himpitan ekonomi.

RR mengaku terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Ia adalah seorang ibu yang harus menghidupi empat orang anak yatim di rumahnya. Demi memastikan anak-anaknya tetap mendapat nafkah, RR rela menukar harga dirinya. Fajar Santoso bahkan mengaku pernah tergerak untuk memberikan bantuan uang seadanya kepada RR, saking prihatinnya.

Namun, perbuatan RR yang berulang kali tidak bisa ditoleransi. Untuk memberikan jalan keluar dan pertanggungjawaban moral, Satpol PP mengambil langkah ekstrem: mendesak AD, pria yang tertangkap bersamanya, untuk menikahi RR.

“Kita usahakan menikah. Mereka berjanji, pada Maret 2019 akan menikah,” pungkas Fajar Santoso, menutup kisah tragis ini dengan janji suci yang masih harus dibuktikan.

Kisah RR menjadi refleksi suram akan dampak himpitan ekonomi yang memaksa seseorang menempuh jalan haram, bahkan ketika janji pernikahan di depan mata.

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


EXPOSE MALAM

Views: 626 Sumenep, MaduraExpose.com – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang oknum Kepala Desa berinisial JN terhadap seorang perempuan muda berinisial NF (21) terus menuai sorotan. Komite Nasional Pemuda Indonesia…

EXPOSE MALAM

Views: 1,349 Sumenep, MaduraExpose.com – Dunia hukum pidana di Kabupaten Sumenep kembali disorot dengan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan yang melibatkan seorang Kepala Desa berinisial JN sebagai terduga pelaku. Korban, seorang…

---Exposiana----

---***---