
SUMENEP, Maduraexpose.com — Isu peredaran beras oplosan yang kini menjadi sorotan nasional telah memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Meski belum ditemukan di wilayahnya, potensi ancaman ini membuat Pemkab Sumenep bergerak cepat mengaktifkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk melakukan pengawasan ketat. Langkah ini adalah bagian dari kewaspadaan kolektif di seluruh Indonesia menyusul temuan mengejutkan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Sumenep Menggandeng TPID sebagai Garda Terdepan
Menurut Dadang Dedy Iskandar, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Sumenep, TPID telah diinstruksikan untuk segera melakukan pengawasan. Tim ini adalah gabungan dari berbagai unsur, termasuk Pemkab sendiri, Polri, dan TNI. Langkah ini diambil karena kasus beras oplosan secara nasional telah mencapai level serius. “Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak, utamanya di sektor pangan agar masyarakat bisa merasakan bagaimana harga yang sesuai dengan keterjangkauan masyarakat,” kata Dadang seperti dikutip dari beritajatim.com.
Dadang menjelaskan, pengawasan secara parsial sudah dilakukan oleh masing-masing unsur. Namun, untuk memastikan tidak ada celah, Pemkab Sumenep berencana menggelar pengawasan serentak di seluruh pasar tradisional dalam waktu dekat.
“Kami tidak ingin kecolongan. Keamanan pangan adalah prioritas,” tegas Dadang, seperti dilaporkan oleh RRI.co.id.
Skandal Nasional dan Dampaknya di Daerah
Kasus beras oplosan ini mencuat setelah Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengumumkan hasil uji laboratorium terhadap 268 sampel beras di 13 laboratorium di 10 provinsi. Hasilnya sangat mengkhawatirkan, yaitu 212 merek beras terindikasi bermasalah.
Praktik kecurangan yang ditemukan bervariasi. Mulai dari mencampur beras kualitas rendah dengan beras premium lalu dijual dengan harga tinggi, hingga manipulasi berat kemasan. Media online indonesia.go.id melaporkan bahwa modus ini bukan hanya sekadar mencampur, tetapi juga memainkan stok untuk menciptakan kelangkaan demi menaikkan harga. Bahkan, Satgas Pangan Polri sampai menetapkan tiga tersangka, termasuk salah satunya adalah Direktur Utama (Dirut) sebuah perusahaan pangan besar, PT Food Station.
Temuan ini memicu keresahan di berbagai daerah, termasuk di kalangan pedagang di Sumenep. Salah satu pedagang di Pasar Bengkal, Yani, mengaku resah karena temuan ini bisa menurunkan daya beli masyarakat. “Otomatis masyarakat daya belinya akan berkurang,” ujarnya kepada RRI.co.id.
Kewaspadaan Tetap Tinggi, Hasil Lokal Jadi Tumpuan
Hingga saat ini, Tim TPID Sumenep menegaskan bahwa mereka belum menemukan peredaran beras oplosan di wilayahnya. Laporan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas di desa-desa dan wilayah kepulauan juga menunjukkan kondisi aman. “Hasil pemantauan di pasar-pasar desa dan kepulauan belum ditemukan beras oplosan,” kata Dadang.
Namun, Pemkab Sumenep tidak mau lengah. Sebaliknya, kewaspadaan terus ditingkatkan. Dadang juga mengimbau para pelaku usaha lokal untuk tidak melakukan praktik curang. Masyarakat di Sumenep sendiri dikabarkan mulai mengandalkan hasil panen petani lokal yang dianggap lebih terjamin kualitasnya, sebagai respons atas keresahan tersebut.
Dengan menggerakkan seluruh elemen, mulai dari TPID hingga Babinsa, Pemkab Sumenep berupaya melindungi masyarakat dari ancaman mafia pangan yang merusak kualitas dan stabilitas harga. Kasus ini menjadi alarm bagi seluruh daerah untuk memperkuat pengawasan dan memastikan keamanan pangan masyarakat.

![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)