Investasi Bodong Rp24 Miliar di Sampang Meledak, Ratusan Warga Bire Barat Geruduk Polres

Terbit: 19 Februari 2026 | 08:51 WIB

SAMPANG, MADURA EXPOSE – Skandal dugaan penipuan dan penggelapan berkedok investasi bodong mengguncang Desa Bire Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Nilai kerugian dalam kasus ini ditaksir mencapai angka fantastis, yakni Rp24 Miliar.

Sekitar pukul 13.30 WIB, puluhan warga asal Desa Bire Barat berbondong-bondong mendatangi Mapolres Sampang. Mereka melaporkan dua orang kakak beradik, yakni Rohmah dan Qomariyah, yang diduga menjadi otak di balik investasi fiktif tersebut.

Penasehat hukum para korban, Muhammad Sholeh (Cak Sholeh), mengungkapkan bahwa modus yang dijalankan terlapor adalah menawarkan investasi perdagangan semen dan produk skincare.

“Terlapor Rohmah menawarkan investasi semen dan skincare. Jika ditotal dari para korban yang melapor, nilainya mencapai Rp23 hingga Rp24 miliar. Namun hingga detik ini, janji keuntungan tidak pernah terealisasi,” tegas Cak Sholeh di Mapolres Sampang, Rabu (18/02/2026).

Janji Keuntungan 15 Persen dan Korban 123 Orang

Menurut Cak Sholeh, tercatat sebanyak 123 orang menjadi korban dalam lingkaran investasi ini. Tak hanya uang tunai, banyak warga yang nekat menyerahkan perhiasan emas mereka sebagai modal investasi.

Para terlapor mengiming-imingi korban dengan keuntungan sebesar 15 persen untuk setiap investasi senilai Rp1 juta.

“Harapan kami, polisi bergerak cepat karena ini menyangkut nasib warga. Apalagi ini menjelang Ramadan dan Lebaran, warga sangat membutuhkan uang tersebut,” imbuh pengacara kondang tersebut.

Desak Polisi Tracking Aliran Dana Dalam pelaporan yang diwakili oleh korban bernama Suhar, Cak Sholeh mendesak penyidik Polres Sampang untuk melakukan pelacakan (tracking) terhadap rekening keluar masuk milik terlapor.

“Kami minta penyidik melacak aliran dana, termasuk rekening anak terlapor Rohmah. Biar terang benderang kemana uang puluhan miliar itu mengalir,” katanya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya laporan massal tersebut. Ia memastikan pihak kepolisian tengah melakukan pendalaman.

“Laporan tersebut masih diproses oleh penyidik dan didalami. Kami mohon rekan-rekan media bersabar, nanti akan kami sampaikan rilis resminya,” pungkas AKP Eko.

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Gelap di Kafe Lyco: Spesialis Meteran Listrik Sampang Berakhir di Sel

Terbit: 17 April 2026 | 23:59 WIB SAMPANG – Realitas sosial ekonomi seringkali menjadi dalih atas eskalasi tindak kriminalitas, namun pengungkapan kasus terbaru oleh Polres Sampang menunjukkan adanya pola kejahatan…

Tragedi Nakes Sampang Tewas Terlindas Truk Usai Balita Meronta di Kemudi

Terbit: 12 April 2026 | 22:00 WIB SAMPANG, MADURAEXPOSE.COM – Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, menjadi saksi bisu sebuah tragedi memilukan yang merenggut nyawa seorang tenaga kesehatan (Nakes), Sabtu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *