MADURA EXPOSE—Di tengah kondisi ekonomi yang melesu, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) melakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi peningkatan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) Ahmad Irfan mengatakan pihaknya lebih mengedepankan kualitas dibanding kuantitas kredit pada tahun ini untuk menurunkan NPL.

Selain itu, perseroan juga memilih untuk menyalurkan kredit ke segmen yang dikuasai, seperti kredit konsumer dan kredit komersil ke sektor infrastruktur.

“Mau tak mau dalam situasi seperti ini kami harus pintar memilih debitur yang berkualitas. Kami harap NPL akhir tahun bisa di bawah 3%,” katanya di Jakarta seperti dikutip Bisnis.com

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, per Juni 2015 NPL emiten berkode saham BJBR ini tercatat sebesar 3,6% dari 4,2% secara year on year.

Pada semester I tahun ini, perseroan meraih laba bersih senilai Rp582 miliar atau naik sebesar 21,8% secara year on year (yoy).

Peningkatan laba ini didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh sebesar 10% secara tahunan dari Rp2,12 triliun menjadi Rp2,33 triliun serta credit recovery program yang menurunkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perseroan dari 4,2% pada kuartal I/2015 menjadi 3,6%.***