Ini Tugas Babinsa Saat Petani Panen Padi

0
537

SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Proses pengeringan padi merupakan cara untuk menurunkan Kadar Air Gabah dari Gabah Kering Panen menjadi Gabah Kering Giling.

Setelah dipanen, gabah harus segera dikeringkan karena kadar air gabah kering panen masih cukup tinggi sehingga apabila Padi tersebut disimpan tanpa pengeringan terlebih dahulu maka akan rusak, bahkan apabila petani terlambat melakukan pengeringan, maka akan menurunkan mutu dan hasil panen.‎

Seperti yang dikerjakan oleh Babinsa Gayam Koramil 0827/20 Sapudi Sertu Sunyoto membantu Bapak Karim menjemur padi hasil panen di lahan sawqahnya Dusun Gayam, Desa Gayam, Kec. Gayam, Pulau Sapudi,Sumenep kemarin.

Pendampingan pertanian seperti yang dilakukan oleh Babinsa merupakan Upsus Komando Kewilayahan dalam usaha meningkatkan pertanian termasuk didalamnya produksi padi, sehingga dapat mensukseskan program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada Pangan Nasional.

Sertu Sunyoto menjelaskan “Proses pengolahan gabah menjadi beras melalui proses pemanenan, perontokan, pengeringan, penggilingan dan penyimpanan harus benar-benar di perhatian sebab‎ Gabah yang baru habis di panen dari sawah tidak dapat langsung digiling karena kulitnya masih cukup basah sehingga sukar pecah dan terkupas, sehingga Gabah perlu melalui proses pengeringan hingga kadar airnya berkisar 14% dan siap untuk di Giling.‎‎

Pada umumnya salah satu permasalahan yang dihadapi petani dalam menjual padi hasil panen ke Bulog adalah karena faktor kadar air. “Untuk menyelesaikan masalah itu dibutuhkan tempat penjemuran yang baik untuk meningkatkan kualitas padi,” pungkas Sunyoto.‎

Danramil 0827/20 Sapudi Kapten Inf Eko Prayitno mengatakan, dengan pendampingan oleh Babinsa untuk melakukan penjemuran padi merupakan salah satu usaha agar Gabah tidak lembab dan membusuk serta menurunnya mutu padi. ” Babinsa akan selalu mendampingi petani, sehingga petani betul-betul merasakan dengan hadirnya Babinsa di tengah tengah masyarakat” Pungkasnya. (Pur/Fer)

HotNews:  Aktivis Myanmar: Kami Menentang Dan Mengutuk Indonesia Atas Rencana Mengirimkan Utusan Ke Burma