Ini pesan D.Zawawi Imron Untuk Pemuda Ansor

0
960

MADURA EXPOSE—Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan dan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo menghadirkan seorang tokoh asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, KH D. Zawawi Imron, Sabtu (26/12).

Sastrawan dan budayawan yang dikenal dengan sebutan “Celurit Emas” ini sengaja dihadirkan untuk menjadi pembicara dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Gedung Hasan Center di Desa Kalirejo Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dilakukan sebagai bentuk penegasan sikap dari GP Ansor untuk berada di garis depan. “Oleh karena itu tentunya hari ini kami sebagai golongan pemuda Nahdlatul Ulama harus siap menjadi benteng terdepan dalam membela Islam,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq. Menurutnya, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk meneladani akhlak dan kepribadian serta tingkah laku Rasulullah SAW untuk bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Setidaknya dengan kegiatan ini, para pemuda Ansor bisa mencontoh semua akhlak dan tingkah laku yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Sehingga bisa menjadi pedoman dalam berinteraksi dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara KH D Zawawi Imron banyak mengupas sentilan-sentilan yang mendidik untuk para anggota PC GP Ansor di Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, pemuda Ansor harus memiliki kepedulian terhadap orang lain.

“Meskipun pemuda Ansor memiliki kesulitan sendiri, tetapi masih tetap mementingkan kepentingan orang lain. Hal ini bisa menjadi bukti jika kepedulian pemuda Ansor terhadap sesama sangat tinggi,” ujar Zawawi Imron.

Tidak lupa Zawawi Imron juga banyak memberikan motivasi kepada para pemuda Ansor agar senantiasa rajin bekerja dan tidak berpangku tangan. Sehingga tidak sampai dicap sebagai pemalas.

“Jika ingin menjadi umat Rasulullah Muhammad SAW, maka kita harus rajin bekerja untuk mencari nafkah serta rajin beribadah. Apa yang bisa dikerjakan ya kerjakan dan jangan sampai dibilang pemalas. Yang terpenting, jangan lupa untuk selalu membawa sholawat Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi/NU Online)