Hujan Semalam di Ganding, Mengundang Resah Petani Tembakau

Terbit: 20 Agustus 2025 | 18:12 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com — Curah hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur sejumlah desa di Kecamatan Ganding semalam suntuk telah menimbulkan kecemasan mendalam di kalangan petani tembakau.

Fenomena agroklimat yang tidak menentu ini, di tengah musim tanam, menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup tanaman. Petani kini dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga kualitas dan kuantitas panen.

 

Muzakki, seorang petani tembakau dari Desa Ketawang Karay, mengungkapkan kekhawatirannya. “Kalau hujan terus kayak gini Mas, bisa rusak tembakau saya,” ujarnya.

Tanaman tembakaunya, yang masih dalam fase vegetatif sekitar dua bulan, sangat rentan terhadap kelebihan air. Kondisi ini dapat memicu penyakit jamur dan pembusukan akar, yang pada akhirnya akan merusak daun emas andalan Madura.

 

 

Menanggapi kondisi ini, pernyataan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, jauh hari sebelumnya kembali relevan. Ia telah menekankan pentingnya bagi petani untuk memperhatikan prakiraan cuaca sebelum memulai tanam.

“Tembakau itu rentan cuaca, terutama curah hujan yang tinggi di musim kemarau, bisa berdampak buruk pada produksi,” kata Bupati Fauzi.

 

 

Dalam ilmu agronomi, fase pertumbuhan tembakau sangat sensitif terhadap kelembaban tanah. Kelebihan air dapat mengganggu proses fotosintesis dan mengurangi kadar nikotin serta senyawa aromatik yang menjadi penentu kualitas tembakau.

 

 

Bupati Fauzi berharap petani dapat mengaplikasikan pendekatan manajemen risiko berbasis iklim, seperti menunda atau menyesuaikan waktu tanam. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan produksi dan mencegah gagal panen.

 

 

“Tembakau bukan hanya soal komoditas andalan, tetapi juga penopang ekonomi desa dan penyerap tenaga kerja,”tandasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan panen tembakau memiliki dampak domino pada perekonomian lokal.

 

“Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi mengenai mitigasi risiko iklim menjadi sangat krusial agar petani dapat beradaptasi dan memastikan kesejahteraan mereka tetap terjaga”. pungkas suami Nia Kurnia ini.

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *