MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP- Semarak peringatan Hari Santri Nasional( HSN) 22 Oktober mulai terasa di beberapa daerah di Kabupaten Sumenep tidak ketinggalan masyarakat di wilayah Kecamatan Gayam dan Nonggunung Kepulauan Sepudi  ratusan para santri dan warga NU mengawali rangkaian peringatan Hari Santri dengan melakukan Pawai Budaya Religi ” Kirab Ta’aruf Aswaja” Sabtu  (21/10/2017). Pagi

Pelepasan kirab/pawai dilakukan pada pukul 08.00 di depan Masjid Bustanul Arifin Desa Gayam dan  Rombongan kirab/pawai melewati jalan protokol menuju ke depan Masjid Jamik. Nurul Mujahidin Desa Gayam Kecamatan Gayam – Sapudi dengan jarak kurang lebih 2 Km

Hadir dalam acara tersebut Bapak Nurul Saleh Ketua NU Sapudi, Muspika Kecamatan Gayam, Para Ulama’ Kecamatan Gayam dan peserta kirab sebanayak 350 santri‎, dalam pelaksaan Personel keamanan Koramil 0827/20 Sapudi yang dipimpin Sertu Muchlas  dan beberapa Personil Polsek Sapudi serta Banser melakukan pengamanan jalan  sistem buka tutup kendaraan, pada jalur yang dilalui peserta pawai dan sepanjang jalan yang dilalui peserta kirab masyarakat Gayam dan sekitarnya tampak antusias menyambutnya hingga rombongan sampai ke depan Masjid Nurul Mujahidin.

Danramil 0827/20 Sapudi Kapten Inf Eko Prayitno  mengatakan sebagai aparat kewilayahan kita harus tetap bersinergi dengan aparat keamanan lainnya dalam mensukseskan pelaksanaan  kegiatan kirab dalam rangka hari Santri sesuai Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 dan menurutnya hari santri lahir dari semangat resolusi jihad NU yang dicetuskan oleh Hadratusyyekh Hasyim As’ari pada tahun 1945.

Resolusi jihad NU akhirnya menggerakkan ribuan santri, khususnya di Jawa Timur untuk maju ke medan pertempuran dalam rangka melawan penjajahan, oleh karena itu, wajib bagi kita sebagai warga negara Indonesia untuk terus mengingat sejarah ini, karena bagaimanapun tidak akan ada perang 10 November 1945, kalau tidak ada Resolusi Jihad NU,” tegasnya. (pur/arb)